Permukiman warga di RW 04, Kelurahan Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur, mengalami banjir dengan ketinggian air mencapai 120 sentimeter akibat luapan Kali Sunter pada Kamis malam. Genangan air paling parah terjadi di wilayah pinggiran kali, dengan beberapa RT terdampak parah hingga ketinggian air mendekati satu setengah meter. Ketua Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) RW 04 Cipinang Melayu, Subagyo, menjelaskan bahwa air mulai meningkat sejak sore hingga malam hari dengan kenaikan yang sangat cepat.
Penyebab banjir tersebut juga disebabkan oleh tingginya curah hujan dan luapan Kali Sunter yang memperparah kondisi di permukiman warga. Meskipun hingga saat ini belum ada warga yang mengungsi, namun pihak pengurus RW telah menyiapkan skema evakuasi jika ketinggian air terus bertambah. Warga masih memilih bertahan di rumah sambil menunggu air surut, namun barang-barang berharga sudah diamankan ke tempat yang lebih tinggi.
Aktivitas warga di lokasi terdampak terbatas dan sebagian besar mereka memilih bertahan di rumah sambil memantau ketinggian air. Kendati demikian, jika air tidak surut atau bahkan naik, warga akan diarahkan untuk mengungsi ke Universitas Borobudur. Wilayah RW 04 Cipinang Melayu memang sering terdampak banjir, namun tahun 2026 ini merupakan kali pertama mereka mengalami banjir.
Hingga saat ini, belum ada bantuan dari pemerintah yang masuk ke lokasi banjir. Proses pendataan warga terdampak akan dilakukan setelah ada warga yang mengungsi, dan bantuan biasanya akan disalurkan melalui PMI dan Dinas Sosial. Warga dan pengurus wilayah terus berharap agar air segera surut, sementara mereka terus memantau ketinggian air dan kesiapan lokasi pengungsian untuk mengantisipasi perkembangan selanjutnya.


