Perekonomian Tetap Kuat Meski IHSG Tertekan, OJK Yakin Fondasi Masih Kokoh
Di tengah gejolak pasar saham yang membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh tajam hingga memicu trading halt, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa kondisi ekonomi Indonesia belum kehilangan pijakan. Keyakinan itu disampaikan oleh Pejabat sementara Ketua OJK, Friderica Widyasari Dewi, usai pertemuan di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, pada Senin.
OJK melihat tekanan pasar sebagai gejala sesaat
Menurut Friderica, koreksi yang terjadi di pasar modal tidak serta-merta mencerminkan rapuhnya perekonomian nasional. Ia menilai, di balik pergerakan IHSG yang menukik, fondasi ekonomi Indonesia masih menunjukkan ketahanan. Sikap itu sekaligus menjadi sinyal bahwa otoritas keuangan melihat tekanan di bursa sebagai bagian dari dinamika pasar yang bisa berubah cepat, bukan sebagai tanda melemahnya seluruh sektor ekonomi.
Fokus menjaga kepercayaan di tengah volatilitas
Situasi pasar yang fluktuatif memang kerap memicu kekhawatiran investor, terutama ketika penurunan indeks berlangsung signifikan. Namun, pernyataan OJK menunjukkan upaya menjaga kepercayaan publik agar sentimen negatif di lantai bursa tidak meluas ke persepsi terhadap ekonomi secara keseluruhan. Dengan kata lain, penurunan IHSG dipisahkan dari kinerja fundamental ekonomi yang dinilai tetap kuat.
Optimisme jadi pesan utama regulator
Pernyataan yang disampaikan di Bursa Efek Indonesia itu memperlihatkan bahwa OJK ingin menegaskan stabilitas masih menjadi cerita utama ekonomi Indonesia, meski pasar saham sedang bergejolak. Dalam situasi seperti ini, pesan optimisme dari regulator menjadi penting untuk meredam kepanikan dan menjaga agar pelaku pasar tetap melihat kondisi secara proporsional.
Hak cipta dimiliki oleh ANTARA 2026 dan tindakan seperti mengambil konten, melakukan crawling, atau mengindeks secara otomatis untuk kecerdasan buatan (AI) tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA sangat dilarang.
Source link


