Meski kabar penurunan pengangguran dan kemiskinan terdengar melegakan, data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pekerjaan rumah Indonesia masih panjang. Per November 2025, jumlah pengangguran memang turun menjadi 7,35 juta orang. Di saat yang sama, tingkat kemiskinan juga menyusut ke 8,25 persen. Namun, angka itu belum cukup menutup kenyataan bahwa masih ada 23,36 juta penduduk miskin di Tanah Air.
Pengangguran Turun, Tapi Belum Hilang Tekanan di Pasar Kerja
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan, jumlah pengangguran berkurang 0,109 juta orang dibandingkan Agustus 2025. Penurunan ini memberi sinyal bahwa pasar kerja bergerak, meski belum sepenuhnya pulih. Total penduduk usia kerja juga terus membesar dan pada November 2025 mencapai 218,85 juta orang, sehingga kebutuhan lapangan kerja tetap menjadi tantangan utama.
Lebih Banyak yang Bekerja, Namun Pola Kerja Ikut Berubah
Dari total angkatan kerja, 147,91 juta orang tercatat sudah bekerja. BPS juga mencatat kenaikan pada jumlah pekerja penuh sebanyak 1,85 juta orang. Di sisi lain, pekerja paruh waktu justru turun 0,438 juta orang. Perubahan ini menunjukkan pergeseran dalam struktur ketenagakerjaan, tetapi belum otomatis menandakan kualitas kerja yang merata bagi seluruh kelompok masyarakat.
Kemiskinan Menurun, Tetapi Angkanya Masih Besar
BPS mencatat tingkat kemiskinan turun dan setara dengan berkurangnya sekitar 490 ribu orang. Meski begitu, jumlah 23,36 juta penduduk miskin tetap menjadi angka yang besar dan sulit diabaikan. Artinya, penurunan persentase belum sepenuhnya terasa jika dilihat dari jumlah orang yang masih hidup dalam keterbatasan. Data ini sekaligus menegaskan bahwa perbaikan ekonomi belum merata, terutama bagi kelompok rentan yang paling mudah terdampak perubahan kondisi kerja dan harga kebutuhan hidup.
Source link


