Pelita Jaya Atur Latihan Ramadan agar Tetap Tajam di IBL 2026
Pelita Jaya Jakarta memilih pendekatan yang lebih cermat dalam menjalani bulan Ramadhan. Di tengah padatnya persaingan Indonesian Basketball League (IBL) 2026, tim asuhan David Singleton tidak ingin ritme latihan justru menjadi beban bagi para pemain yang sedang berpuasa. Karena itu, jadwal latihan disusun agar tetap efektif, efisien, dan tidak mengganggu kondisi fisik maupun ibadah pemain.
Latihan Disesuaikan, Intensitas Tetap Dijaga
Singleton menegaskan bahwa penyesuaian waktu latihan menjadi hal penting selama Ramadhan. Bagi pemain yang menjalankan puasa, manajemen energi harus diperhitungkan dengan lebih teliti. Tim pelatih berupaya menjaga intensitas latihan tetap terukur, cukup untuk mempertahankan kebugaran dan kekompakan tim, tetapi tidak sampai membuat pemain kelelahan.
Pelatih yang sudah empat kali beruntun meraih gelar Pelatih Terbaik IBL itu juga memastikan suasana latihan tetap nyaman. Baginya, menghormati kewajiban dan tradisi Ramadhan sama pentingnya dengan menjaga kualitas persiapan tim di lapangan.
Pelita Jaya Incar Konsistensi di Puncak Performa
Di sisi lain, Pelita Jaya datang ke fase ini dengan modal yang sangat kuat. Kemenangan atas Hangtuah Jakarta membuat mereka memperpanjang catatan positif menjadi delapan kemenangan beruntun, atau rekor 8-0. Hingga saat ini, mereka menjadi satu-satunya tim yang belum tersentuh kekalahan sejak IBL 2026 dimulai pada 10 Januari.
Hangtuah Jakarta sendiri kini berada di posisi 5-5, namun bagi Pelita Jaya, fokus utama tetap ada pada menjaga konsistensi permainan mereka sendiri. Singleton ingin timnya tidak terpaku pada hasil lawan, melainkan terus melangkah dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya dengan disiplin yang sama.
Kedalaman Skuad Jadi Modal Utama
Dengan jadwal latihan yang diatur lebih cermat selama Ramadhan, Pelita Jaya berharap kedalaman skuad mereka tetap terjaga. Pola ini bukan hanya soal menjaga fisik, tetapi juga memastikan para pemain tetap siap saat kompetisi kembali berjalan. Dalam situasi seperti ini, keseimbangan antara latihan, pemulihan, dan kewajiban ibadah menjadi kunci agar performa tim tidak turun di tengah musim.
Pelita Jaya kini menatap sisa musim dengan satu target yang jelas: mempertahankan laju sempurna mereka tanpa kehilangan kendali atas ritme permainan.
Source link


