Wednesday, May 20, 2026
HomeFinansialStrategi Danantara untuk Rating Moody’s dan S&P Global

Strategi Danantara untuk Rating Moody’s dan S&P Global

- Advertisement -
- Advertisement -

Danantara Indonesia tengah menyiapkan langkah lanjutan untuk memperkuat kredibilitasnya di mata investor global. Setelah mengantongi penilaian dari Pefindo dan Fitch Ratings, badan pengelola investasi milik negara itu kini membidik peringkat dari dua nama besar lain di industri pemeringkat internasional: Moody’s Ratings dan S&P Global Ratings.

Danantara Kejar Pengakuan yang Lebih Luas

CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, mengatakan peringkat yang sudah diperoleh menjadi modal penting untuk menunjukkan kualitas instrumen yang diterbitkan lembaganya. Untuk Patriot Bond, Danantara telah mendapatkan peringkat AAA (idn) dari Fitch Ratings. Sementara itu, proses pengajuan ke S&P Global Ratings dan Moody’s Ratings masih terus berjalan.

Langkah ini bukan sekadar formalitas. Di pasar keuangan, peringkat dari lembaga internasional kerap menjadi penentu tingkat kepercayaan investor, terutama ketika sebuah institusi baru mulai aktif menghimpun dana dalam skala besar. Bagi Danantara, pengakuan tersebut dapat memperluas akses pembiayaan sekaligus memperkuat posisi sebagai Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia.

Patriot Bond Jadi Fondasi Awal

Danantara sebelumnya sukses menghimpun dana dari obligasi Patriot senilai Rp50 triliun. Surat utang ini menjadi penerbitan pertama Danantara Indonesia dan dirancang untuk menopang pendanaan proyek-proyek strategis, terutama di sektor energi baru dan terbarukan (EBT) serta waste to energy atau konversi sampah menjadi energi.

Patriot Bond ditawarkan dalam dua seri, masing-masing bertenor lima tahun dan tujuh tahun, dengan imbal hasil sebesar 2 persen. Struktur ini menunjukkan bahwa Danantara tidak hanya mencari dana, tetapi juga membangun instrumen pembiayaan yang relatif stabil dan dapat diterima oleh pasar.

Target Investasi Rp202,4 Triliun pada 2026

Di sisi lain, Danantara Indonesia menyatakan siap melanjutkan ekspansi investasinya. Perusahaan menargetkan total proyek senilai Rp202,4 triliun pada 2026. Dengan portofolio yang terus berkembang, kebutuhan akan pendanaan jangka menengah dan panjang menjadi semakin penting.

Pandu, yang dikaitkan dengan Patriot Bond, menjelaskan bahwa skema obligasi semacam ini dapat memberikan sumber pendanaan yang stabil bagi negara, sekaligus membuka ruang bagi pelaku usaha untuk berinvestasi pada instrumen yang dianggap aman dan bermanfaat. Model ini disebut telah digunakan di sejumlah negara, termasuk Jepang dan Amerika Serikat.

Dengan peringkat yang sudah ada dan proses pengajuan ke lembaga global yang masih berlangsung, Danantara kini berada di fase penting: membuktikan bahwa instrumen yang mereka terbitkan bukan hanya menarik di dalam negeri, tetapi juga layak dilihat sebagai bagian dari peta pembiayaan investasi yang lebih luas.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer