Menjelang waktu Magrib, suasana di LRT Jabodebek kini tak lagi hanya soal arus penumpang yang mengejar pulang kerja. PT KAI memberi kelonggaran khusus bagi penumpang yang sedang berpuasa untuk berbuka di dalam rangkaian kereta maupun di area stasiun, dengan batas waktu mulai adzan Magrib hingga pukul 19.00 WIB. Kebijakan ini hadir untuk menjawab kebutuhan penumpang yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka tiba, terutama di jam sibuk kawasan Jabodebek.
Fasilitas Berbuka di Tengah Perjalanan
Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menyebut kebijakan tersebut sebagai bentuk pelayanan agar penumpang tetap bisa menjalankan ibadah puasa tanpa harus terganggu perjalanan. Penumpang diperbolehkan membatalkan puasa dengan makanan ringan, seperti kurma, roti, dan air minum. Namun, makanan berat maupun makanan yang berbau menyengat tetap dilarang agar kenyamanan bersama tetap terjaga di dalam kereta.
Air Minum Gratis dan Imbauan Kebersihan
Tak hanya memberi ruang untuk berbuka, LRT Jabodebek juga menyiapkan air minum gratis di seluruh stasiun. Fasilitas ini diharapkan memudahkan penumpang yang ingin segera membatalkan puasa begitu waktu Magrib tiba. Di sisi lain, KAI mengingatkan agar sisa makanan dan minuman disimpan lebih dulu sampai penumpang tiba di tujuan, lalu dibuang di tempat sampah yang tersedia. Langkah ini penting untuk menjaga kebersihan, ketertiban, dan kenyamanan seluruh pengguna layanan.
Menyesuaikan Layanan dengan Kebutuhan Penumpang
Kebijakan berbuka puasa di LRT Jabodebek menunjukkan upaya operator untuk menyesuaikan layanan dengan situasi di lapangan, terutama saat mobilitas penumpang meningkat pada jam pulang kerja. Dengan aturan yang jelas, penumpang tetap bisa berbuka tanpa mengganggu perjalanan maupun kenyamanan orang lain. Source link


