PT Pegadaian menutup 2025 dengan capaian kelolaan emas yang kian besar. Sepanjang tahun itu, total emas yang dikelola perusahaan mencapai 136 ton, mencakup layanan pergadaian sekaligus layanan bank emas. Angka ini menegaskan bahwa emas masih menjadi instrumen yang diminati masyarakat, bukan hanya untuk disimpan, tetapi juga untuk dikelola sebagai aset yang lebih produktif.
Bank emas Pegadaian catat 33,7 ton transaksi
Direktur Utama Pegadaian, Damar Latri Setiawan, menyampaikan bahwa layanan bank emas Pegadaian mencatat transaksi dan kelolaan emas sebesar 33,7 ton selama 2025. Aktivitas tersebut meliputi tabungan emas, deposito emas, cicil emas, serta transaksi lain yang terkait dengan layanan emas perusahaan. Menurut Damar, capaian ini menunjukkan semakin kuatnya kesadaran masyarakat dalam berinvestasi emas dan memanfaatkan aset yang dimiliki secara lebih terukur.
Ekosistem bulion diperluas lewat prinsip syariah
Dari sisi pengembangan usaha, Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis Pegadaian, Ferdian Timur Satyagraha, menilai peluang pertumbuhan ekosistem bulion masih terbuka lebar. Ia optimistis produk dan layanan bulion dapat berkembang lebih jauh setelah terbitnya fatwa DSN-MUI tentang Layanan Kegiatan Usaha Bulion Berdasarkan Prinsip Syariah. Fatwa tersebut dinilai menjadi pijakan penting untuk memperkuat ekosistem emas syariah yang lebih inklusif di Indonesia.
TRING! jadi andalan layanan digital
Untuk memperluas jangkauan layanan, Pegadaian juga mengandalkan bank emas digital melalui aplikasi TRING!. Lewat aplikasi ini, nasabah dapat mengakses berbagai produk Pegadaian secara real-time dalam satu platform. Perusahaan menempatkan kemudahan, kecepatan, dan kenyamanan sebagai kunci agar layanan emas digital semakin mudah digunakan oleh masyarakat.
Di tengah dorongan digitalisasi dan penguatan prinsip syariah, Pegadaian berupaya menjaga posisinya di industri bulion. Kombinasi layanan fisik, layanan digital, dan produk berbasis emas menjadi strategi perusahaan untuk mendorong pertumbuhan yang lebih luas sekaligus membuka akses investasi emas yang lebih inklusif, kuat, dan berkelanjutan di Indonesia.
Source link


