Sebanyak 509 warga Jakarta Utara telah dinyatakan lolos dalam verifikasi program Mudik Gratis yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta setelah melewati proses verifikasi data yang dilakukan oleh Suku Dinas Perhubungan di wilayah Jakarta Utara. Menurut Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Utara, Rudi Saptari Sulesuryana, sebanyak 171 orang memilih layanan keberangkatan satu arah, sementara 338 lainnya memilih layanan pulang-pergi (PP).
Peserta yang lolos verifikasi ini adalah pendaftar dari klaster satu hingga tiga dan telah ditetapkan 20 kota tujuan yang dapat dipilih. Solo menjadi destinasi paling diminati dengan total 50 penumpang, diikuti oleh Wonogiri, Palembang, dan Semarang. Kota-kota lain seperti Yogyakarta, Pekalongan, dan Purwokerto juga mencatat tingkat keterisian kursi yang cukup tinggi.
Selain melayani penumpang, pihak penyelenggara juga memfasilitasi pengiriman lima unit sepeda motor milik pemudik untuk mendukung mobilitas mereka selama di kampung halaman. Kepala Seksi Angkutan Jalan Suku Dinas Perhubungan Jakarta Utara, Sulistiyono Widodo, menjelaskan bahwa pendaftaran program mudik gratis telah dibuka sejak 22 Februari hingga 2 Maret 2026 secara daring melalui situs web resmi. Proses verifikasi data dilakukan pada 25 Februari hingga 5 Maret 2026.
Program ini merupakan upaya nyata pemerintah untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, terutama dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri, serta untuk meringankan beban ekonomi masyarakat dan menekan penggunaan kendaraan pribadi. Program mudik gratis ini juga diharapkan dapat meningkatkan pelayanan transportasi publik dan menjadi solusi yang lebih humanis bagi warga Jakarta. Seorang warga Semper Timur, Tanto (51), mengakui manfaat besar yang diberikan oleh program mudik gratis ini dan berencana mudik ke Sidoarjo, Jawa Timur. Menurutnya, proses pendaftaran program ini cukup mudah dan membantu.


