Friday, April 17, 2026
HomeLintas KotaTips Merayakan Hari Besar Keagamaan di DKI: Pram Mendorong Inklusivitas

Tips Merayakan Hari Besar Keagamaan di DKI: Pram Mendorong Inklusivitas

- Advertisement -
- Advertisement -

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, berkomitmen untuk menciptakan ruang bagi semua keyakinan dalam mengekspresikan dan merayakan hari besar keagamaan di ibu kota. Salah satu wujudnya adalah melalui penyelenggaraan Pawai Ogoh-Ogoh dalam rangka Hari Raya Nyepi yang akan digelar di Bundaran HI, Jakarta Pusat. Pramono menyatakan bahwa Jakarta sebagai kota multikultur dan multietnik harus memberikan ruang bagi semua warga untuk mengekspresikan keyakinan masing-masing. Dalam acara tersebut, pertama kalinya kawasan Bundaran HI akan dipasang penjor, simbol gunung suci dan naga, sebagai bentuk syukur atas kesejahteraan. Dengan melaksanakan acara ini, Pramono ingin menegaskan bahwa Jakarta adalah tempat yang menghargai keberagaman. Gelaran Pawai Ogoh-Ogoh akan berlangsung dari pukul 06.30 hingga 09.00 WIB dengan rute melalui Pintu Barat Daya Monas dan sekitarnya. Panitia acara juga akan menyelenggarakan berbagai kegiatan terkait keagamaan, sosial, budaya, dan pendidikan di beberapa lokasi di Jakarta Utara, Timur, dan Pusat. Acara Melasti dijadwalkan pada 15 Maret 2026 di Pura Segara, Jakarta Utara, dan Tawur Agung pada 18 Maret 2026 di Pura Aditya Jaya Rawamangun. Selain itu, akan ada kegiatan sosial, seminar literasi keuangan, festival budaya, dan parade Ogoh-Ogoh untuk mendukung citra Jakarta sebagai kota toleran dan berbudaya.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer