Presiden Prabowo Subianto sedang mempertimbangkan langkah penghematan bahan bakar minyak (BBM) dengan mendorong pegawai untuk bekerja dari rumah atau work from home. Hal ini dilakukan sebagai respons terhadap dampak konflik di Timur Tengah terhadap harga energi dunia. Banyak negara juga mulai menerapkan kebijakan serupa untuk mengurangi mobilitas dan konsumsi bahan bakar.
Sebagai contoh, di Filipina, kebijakan penghematan BBM dilakukan dengan mengatur sistem kerja empat hari dalam seminggu di sejumlah kantor pemerintah. Mereka juga membatasi perjalanan dinas serta aktivitas pemerintahan guna mengurangi penggunaan energi. Pakistan juga merupakan salah satu negara yang menerapkan langkah penghematan BBM yang ketat, dengan mewajibkan WFH bagi pegawai pemerintah dan swasta sebanyak 50% serta mempersingkat jam kerja menjadi empat hari dalam seminggu.
Pemerintah Pakistan bahkan mengurangi gaji anggota kabinet, anggota DPR, dan mengalokasikan penghematan gaji tersebut untuk membantu kelompok yang rentan. Mereka juga memangkas jatah BBM bagi seluruh kementerian, mengurangi penggunaan kendaraan dinas, dan menghentikan sementara belanja negara untuk pembelian AC, kendaraan, dan mebel di lembaga pemerintahan. Langkah-langkah ini merupakan upaya untuk mengurangi penggunaan energi dan menghemat biaya di tengah kenaikan harga BBM akibat konflik di Timur Tengah.


