Kasus hilangnya Siri Sahidah Sahari, seorang wanita berusia 28 tahun di Makassar sejak September 2025, mendapat perhatian dari publik karena laporan ayahnya, Hamzah Sahari (71), awalnya ditolak oleh pihak kepolisian. Hamzah, yang berasal dari Gorontalo, terus berjuang untuk mencari putrinya yang hilang dan tak memberi kabar selama hampir enam bulan.
Meskipun Hamzah telah melaporkan kehilangan putrinya ke Polsek Panakkukang, Makassar, namun laporannya tidak diterima karena putrinya dianggap dewasa dan tidak mengalami gangguan mental. Polisi hanya meminta Hamzah membuat selebaran orang hilang dan bertemu dengan bhabinkamtibmas untuk bantuan.
Kisah ini menjadi viral setelah pegiat media sosial, Jhon Sitorus, mempertanyakan respons lambat dari aparat terhadap kasus orang hilang ini. Jhon menyoroti prosedur pelaporan yang berputar dari Polres Panakkukang ke Polda Gorontalo, lalu ke Polda Sulawesi Selatan. Kritik ini muncul mengingat kasus tragis sebelumnya di Palopo pada Januari 2024, di mana seorang gadis bernama Feni Ere ditemukan tewas setelah laporan hilangnya ditolak oleh pihak kepolisian. Hal ini menimbulkan kekhawatiran dari masyarakat terhadap lambatnya respons aparat dalam penanganan kasus seperti ini.


