Friday, April 17, 2026
HomeFinansialPenurunan Cadangan Devisa Maret: Dampak Pembayaran Utang dan Stabilisasi Rupiah

Penurunan Cadangan Devisa Maret: Dampak Pembayaran Utang dan Stabilisasi Rupiah

- Advertisement -
- Advertisement -

Bank Indonesia melihat bahwa cadangan devisa telah mengalami penurunan yang signifikan pada akhir Maret 2026, mencapai 148,2 miliar dolar AS. Penurunan ini dipicu oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan untuk menstabilkan nilai tukar rupiah. Meskipun demikian, penerimaan devisa dari penerbitan global bond pemerintah serta pajak dan jasa telah mengalir ke dalam. Pada bulan Februari 2026, cadangan devisa mencapai 151,9 miliar dolar AS.

Menurut Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, meskipun terjadi penurunan, posisi cadangan devisa pada Maret 2026 masih dianggap tinggi. Cadangan devisa pada akhir Maret tersebut setara dengan pembiayaan 6,0 bulan impor atau 5,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, melebihi standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Bank Indonesia percaya bahwa cadangan devisa yang ada dapat mendukung ketahanan sektor eksternal dan menjaga stabilitas makroekonomi serta sistem keuangan. Bank Sentral yakin bahwa ke depan, ketahanan sektor eksternal akan tetap baik didukung oleh cadangan devisa yang mencukupi dan aliran modal asing yang masuk sejalan dengan pandangan positif investor terhadap perekonomian nasional.

Bank Indonesia terus mengintensifkan kerja sama dengan pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal untuk menjaga stabilitas ekonomi demi mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Menariknya, artikel ini juga menyajikan beberapa link terkait untuk pembaca yang ingin mendalami informasi terkait dengan kondisi devisa Indonesia.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer