Wednesday, May 20, 2026
HomeBursaIHSG Menguat di Tengah Pasar Memperhatikan AS-Iran

IHSG Menguat di Tengah Pasar Memperhatikan AS-Iran

- Advertisement -
- Advertisement -

Pembukaan perdagangan pagi ini menunjukkan sentimen pasar yang masih cukup hati-hati, namun IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) tetap mampu bergerak di zona hijau. Penguatan indeks terjadi di tengah perhatian pelaku pasar terhadap perkembangan negosiasi Amerika Serikat (AS) dan Iran, yang dinilai bisa memengaruhi arah pasar global dalam jangka pendek.

IHSG Dibuka Menguat, Ruang Gerak Masih Terbatas

IHSG dibuka naik 24,43 poin atau 0,32 persen ke level 7.645,81. Sejalan dengan itu, indeks LQ45 juga menguat 1,16 poin atau 0,15 persen ke posisi 758,48. Secara teknikal, pergerakan IHSG diperkirakan masih cenderung stabil di rentang 7.500 hingga 7.850, dengan peluang kenaikan yang belum terlalu lebar.

Kondisi ini menunjukkan pasar masih menimbang antara sinyal positif dari luar negeri dan risiko geopolitik yang belum mereda. Investor tampaknya belum agresif masuk, tetapi juga belum sepenuhnya meninggalkan aset berisiko.

Fokus Pasar Tertuju ke Timur Tengah dan Kebijakan Global

Dari luar negeri, Presiden AS Donald Trump menyebut telah ada kesepakatan antara Amerika dan Iran, dengan pembicaraan lanjutan dijadwalkan pekan ini. Meski begitu, klaim Trump yang menyatakan Iran telah menyetujui syarat untuk tidak memiliki senjata nuklir, tanpa bukti yang jelas, memunculkan berbagai respons di pasar.

Trump juga dikabarkan menyiapkan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon selama 10 hari. Langkah ini dipandang sebagai upaya meredakan ketegangan yang lebih luas di kawasan Timur Tengah, yang selama ini ikut membayangi sentimen investor dan mendorong volatilitas harga energi.

Indonesia Masih Menarik di Mata Investor

Di dalam negeri, kabar relatif positif datang dari S&P Global yang menegaskan peringkat kredit Indonesia di level BBB atau investment grade dengan outlook stabil. Penilaian ini menandakan risiko gagal bayar Indonesia masih tergolong rendah dan bisa menjadi penopang kepercayaan investor terhadap pasar keuangan domestik.

Namun, S&P juga mengingatkan bahwa rasio pembayaran bunga utang yang masih tinggi dapat menjadi tantangan dalam jangka menengah, terutama jika tidak diimbangi penerimaan negara yang konsisten. Di sisi lain, kondisi tersebut tetap dinilai cukup untuk menjaga minat investor global terhadap saham dan obligasi Indonesia.

Adapun di pasar Asia, sejumlah bursa regional seperti Nikkei, Shanghai, Hang Seng, Kuala Lumpur, dan Strait Times tercatat melemah pada pagi ini. Berbeda dengan itu, Wall Street pada perdagangan sebelumnya kompak ditutup menguat, memberi dorongan psikologis bagi pasar keuangan global, termasuk Indonesia.

Dengan latar seperti ini, arah IHSG dalam beberapa sesi ke depan masih akan sangat ditentukan oleh perkembangan geopolitik, data inflasi, serta respons investor terhadap sentimen dari AS, Eropa, dan pasar regional.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer