RUPST Garudafood Setujui Dividen Tunai Rp350,34 Miliar, Ini Kinerja yang Mengiringinya
PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) menutup tahun buku 2025 dengan keputusan yang langsung menarik perhatian pasar: pembagian dividen tunai senilai Rp350,34 miliar atau setara Rp9,5 per saham. Keputusan itu disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), dengan dividen payout ratio sebesar 50,9 persen dari laba bersih perseroan. Pembayaran dijadwalkan pada 20 Mei 2026 kepada pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) per 6 Mei 2026.
Laba Naik, Penjualan Masih Ditopang Pasar Domestik
Di balik keputusan dividen tersebut, Garudafood mencatat kinerja yang solid sepanjang 2025. Perseroan membukukan laba bersih Rp756,2 miliar, tumbuh 10,1 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Penjualan juga meningkat 7,2 persen yoy menjadi Rp13,1 triliun. Kontributor terbesar tetap datang dari pasar dalam negeri, yang menyumbang 97,2 persen dari total pendapatan bersih perusahaan.
Segmen makanan dalam kemasan masih menjadi tulang punggung utama bisnis Garudafood. Kategori ini menyumbang 89,9 persen terhadap total penjualan dan tumbuh 9,9 persen yoy. Di sisi lain, penjualan domestik secara keseluruhan naik 7,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya, didorong oleh distribusi yang semakin kuat, efektivitas program penciptaan nilai, serta permintaan konsumen yang tetap stabil.
Manajemen Sebut Momentum Konsumsi Berhasil Dimaksimalkan
Direktur Utama Garudafood, Hardianto Atmadja, menyebut capaian tersebut tak lepas dari kemampuan perseroan membaca dan memanfaatkan momentum konsumsi domestik secara optimal. Menurutnya, hasil yang diraih pada 2025 merupakan buah dari sinergi seluruh unit kerja dalam menjalankan berbagai inisiatif strategis yang telah disiapkan perusahaan.
Hardianto juga menegaskan bahwa kontribusi kuat datang dari sejumlah kategori produk utama, mulai dari Ready to Serve (RTS), biskuit, hingga keju dan susu (dairy). Kombinasi produk-produk tersebut membantu menjaga laju pertumbuhan di tengah persaingan yang tetap ketat di industri makanan dan minuman kemasan.
Komposisi Pengurus Berubah, Fokus 2026 Tetap ke Konsumsi Dalam Negeri
Dalam RUPSLB, pemegang saham juga menyetujui pengangkatan E. Maurits Klavert sebagai Komisaris Independen menggantikan Dorodjatun Kuntjoro Jakti. Dengan keputusan itu, susunan pengurus perseroan kini mencakup jajaran Dewan Komisaris dan Dewan Direksi yang telah ditetapkan melalui rapat tersebut.
Memasuki 2026, Garudafood menaruh perhatian pada potensi konsumsi domestik yang diperkirakan tumbuh di kisaran 5,0-5,4 persen yoy. Bagi perseroan, proyeksi itu menjadi ruang penting untuk menjaga pertumbuhan, terutama dengan basis penjualan yang masih sangat bergantung pada pasar dalam negeri dan portofolio produk yang sudah memiliki posisi kuat di konsumen.
Source link


