Florikultura Indonesia Catat Potensi Transaksi Rp17 Miliar di Korea Selatan
Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Busan mencatat hasil budidaya tanaman hias Indonesia berhasil mencapai potensi transaksi 1,1 juta dolar AS atau setara Rp17,05 miliar dalam pameran International Horticulture Goyang Korea di Goyang, Korea Selatan. Capaian ini menunjukkan peluang yang cukup baik bagi produk florikultura Indonesia di Korea Selatan.
Paviliun Indonesia Memikat Pengunjung dengan Bunga Tropis dan Tanaman Hias Eksotis
Paviliun Indonesia menampilkan sebelas petani florikultura dari Asosiasi Bunga Indonesia (ASBINDO) yang membawa berbagai produk unggulan seperti bunga sedap malam, krisan, dan mawar. Selain itu, tanaman endemik Indonesia seperti labisa, keladi, sri rejeki, dan tanaman budi daya dengan teknik kultur jaringan juga turut dipamerkan. Kehadiran varietas bunga tropis dan tanaman hias eksotis menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung pameran di Korea Selatan.
Tren Pet-Plant dan Minat Tinggi Masyarakat Korea terhadap Tanaman Hias
Tren “pet-plant” atau tanaman peliharaan begitu populer di Korea Selatan saat ini, di mana tanaman dianggap sebagai pendamping emosional. Masyarakat Korea Selatan semakin tertarik pada gaya hidup berkebun (home-gardening), sehingga potensi ekspor produk hortikultura Indonesia ke Korea Selatan semakin terbuka lebar. Impor Korea dari Indonesia pada tahun 2025 mencapai 1,1 juta dolar AS, menunjukkan bahwa minat masyarakat Korea terhadap tanaman hias Indonesia terus meningkat.
Potensi transaksi sebesar Rp17 miliar ini menandakan kesuksesan produk florikultura Indonesia dalam menembus pasar Korea Selatan. Diharapkan kerja sama antara Indonesia dan Korea Selatan dalam sektor hortikultura semakin berkembang dan memberikan manfaat bagi kedua negara.


