Nilai Tukar Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar AS, Apa Penyebabnya?
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup hampir menembus level Rp18.000 pada perdagangan hari ini. Rupiah melemah 127,5 poin atau sekitar 0,71 persen ke level Rp17.966 per dolar AS.
Sentimen Pelemahan Rupiah
Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai salah satu sentimen pelemahan rupiah berasal dari kekhawatiran investor yang terus memantau perkembangan situasi di Timur Tengah. Laporan Israel mempertahankan operasi militer di Lebanon selatan, serta Iran yang disebut menembakkan rudal balistik ke Kuwait dan Bahrain, turut mempengaruhi kondisi tersebut.
Pasukan AS melakukan serangan di Pulau Qeshm, Iran, yang berdekatan dengan Selat Hormuz, yang merupakan jalur air vital bagi konsumsi minyak dunia. Hal ini menciptakan ketidakpastian yang turut memengaruhi nilai tukar Rupiah.
Ketidakpastian Negosiasi Iran dan AS
Putaran pembicaraan lanjutan antara Israel dan Lebanon dijadwalkan berlangsung pada Rabu, sementara negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat juga masih bersifat tidak pasti. Meskipun telah ada kesepakatan kerangka kerja sementara untuk meredakan konflik, kesepakatan tersebut belum disetujui secara resmi.
Media Iran melaporkan bahwa belum terjadi komunikasi antara Teheran dan Washington dalam beberapa hari terakhir, yang menimbulkan spekulasi bahwa negosiasi telah terhenti. Namun, Presiden AS Donald Trump tetap optimis bahwa kesepakatan akhir masih dapat dicapai.


