Setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran mencapai kesepakatan damai, harga minyak dunia mengalami penurunan signifikan. Kesepakatan tersebut memungkinkan akses pelayaran melalui Selat Hormuz, yang merupakan jalur distribusi energi vital di dunia.
Harga Minyak Dunia Merosot
Harga minyak mentah Brent, yang menjadi patokan global, turun sebesar 4 persen menjadi USD83,81 per barel. Sedangkan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) di AS juga mengalami penurunan sebesar 4,7 persen ke level USD80,89 per barel.
Penurunan harga minyak ini terjadi setelah ketegangan geopolitik mulai mereda akibat pembukaan kembali Selat Hormuz setelah AS dan Israel menjatuhkan serangan udara ke Iran pada 28 Februari 2026. Ancaman Iran untuk menyerang kapal yang melintasi jalur tersebut pun membuat pasar energi global gelisah.
Peran Strategis Selat Hormuz
Selat Hormuz memiliki peran strategis dalam pengiriman sekitar 20 persen pasokan minyak dunia dan gas alam cair (LNG). Gangguan di wilayah tersebut dapat menyebabkan lonjakan harga energi yang signifikan, seperti yang terjadi selama konflik sebelumnya.
Sebelum eskalasi konflik, harga minyak Brent stabil di kisaran USD70 per barel. Namun, ketegangan di Timur Tengah mendorong harga naik hingga mendekati USD120 per barel.
Sumber: Okezone


