Di tengah hiruk pikuk aktivitas perkotaan di Kota Tangerang, Banten, terdapat tradisi yang tetap dilestarikan oleh warga keturunan Tionghoa setempat. Mereka melaksanakan ritual memandikan perahu peninggalan Kapitan Oey Giok Koen yang dibuat pada tahun 1900. Ritual ini menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Peh Cun yang digelar setiap tahun dengan khidmat.
Melestarikan Warisan Budaya
Perahu tua ini menjadi simbol penting bagi komunitas Tionghoa di Karawaci. Ritual memandikan perahu merupakan wujud nyata dari upaya melestarikan warisan budaya dan nilai-nilai leluhur. Dengan penuh kekaguman dan kepatuhan, warga turun temurun menjaga tradisi ini agar tetap hidup dan dikenang.
Momen memandikan perahu tersebut juga menjadi ajang silaturahmi antarwarga keturunan Tionghoa. Mereka berkumpul, berdoa, dan mengenang jasa para leluhur yang telah memberikan kontribusi besar bagi komunitas maupun masyarakat sekitar.
Penjagaan Tradisi
Ritual tahunan ini juga menjadi bentuk penghormatan kepada leluhur dan warisan yang mereka tinggalkan. Melalui tradisi ini, nilai-nilai kejujuran, kerja keras, dan kebersamaan terus ditanamkan dan dijunjung tinggi. Hal ini juga menjadi momentum bagi generasi muda untuk belajar dan memahami akar budaya mereka.
Diharapkan, kegiatan ini tidak hanya menjadi seremonial belaka, tetapi juga mampu menyemarakkan semangat gotong royong dan kebersamaan di tengah masyarakat. Kesadaran akan pentingnya menjaga warisan budaya lokal menjadi modal berharga untuk memperkokoh jati diri suatu komunitas.


