Bandara Internasional Minangkabau Investasi Rp553 Miliar untuk Kualitas Layanan
Bandara Internasional Minangkabau di Padang Pariaman, Sumatera Barat, tengah menjalankan program pengembangan senilai Rp553 miliar. Investasi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan, kenyamanan penumpang, dan memperkuat identitas budaya Sumatera Barat sebagai destinasi wisata unggulan.
Investasi dalam Program Beautifikasi dan Revitalisasi
Menurut General Manager Bandara Internasional Minangkabau, Dony Subardono, dari total anggaran tersebut, sekitar Rp140 miliar dialokasikan khusus untuk program beautifikasi terminal. Saat ini, program ini sedang dalam tahap pendampingan oleh Kejaksaan untuk memastikan kelancaran pelaksanaannya.
Program beautifikasi yang dijalankan oleh PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional Minangkabau bertujuan meningkatkan standar pelayanan dan kenyamanan pengguna jasa bandara. Selain itu, program ini juga bertujuan memperkuat identitas budaya Sumatera Barat sebagai gerbang utama wisatawan.
Empat Fokus Program Beautifikasi
Program beautifikasi Bandara Internasional Minangkabau memiliki empat fokus utama. Pertama, sentuhan budaya Minangkabau yang modern dengan perpaduan arsitektur dan motif tradisional. Kedua, peningkatan fasilitas dan kenyamanan termasuk optimalisasi ambience dan fasilitas toilet. Ketiga, penataan alur penumpang untuk menciptakan pergerakan yang lancar. Dan keempat, penyediaan area hijau di dalam terminal untuk menciptakan nuansa yang asri dan sejuk.
Dengan program beautifikasi ini, Bandara Internasional Minangkabau bertujuan memberikan pengalaman perjalanan terbaik bagi setiap penumpang dan pengunjung. Melalui sentuhan budaya, peningkatan fasilitas, penataan alur, dan keberadaan area hijau, Bandara Minangkabau ingin menjadi destinasi yang tidak hanya fungsional sebagai tempat naik turun pesawat, tetapi juga sebagai etalase budaya yang ramah, modern, dan membanggakan bagi masyarakat Sumatera Barat.
Proses revitalisasi dan beautifikasi Bandara Internasional Minangkabau diharapkan selesai pada Kuartal IV 2026. Setelah itu, Bandara Minangkabau siap menyambut pertumbuhan arus wisatawan dan mendukung kemajuan sektor ekonomi serta pariwisata di Sumatera Barat secara berkelanjutan.


