Tuesday, July 21, 2026
HomeBisnisNeraca Dagang Internasional Kalsel: Surplus Rp16,48 Triliun

Neraca Dagang Internasional Kalsel: Surplus Rp16,48 Triliun

- Advertisement -
- Advertisement -

Kinerja Ekspor dan Impor Kalsel Meningkat

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kalimantan Selatan (DJPb Kalsel) mencatat neraca perdagangan internasional di provinsi tersebut mengalami surplus sekitar Rp16,48 triliun hingga Mei 2026. Hal ini didorong oleh kinerja ekspor yang terus meningkat dan ekspansif.

Surplus Perdagangan Mencerminkan Kinerja Sektor Eksternal Kalsel

Kepala Kanwil DJPb Kalsel, Catur Ariyanto Widodo, menyampaikan bahwa surplus perdagangan tersebut menunjukkan kinerja sektor eksternal Kalsel yang masih kuat di tengah dinamika perekonomian global. Hal ini juga menjadi salah satu penopang utama aktivitas ekonomi daerah.

Surplus perdagangan pada Mei 2026 tumbuh 6,19 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, ekspor Kalsel mencapai sekitar Rp19,81 triliun, dengan kenaikan sebesar 7,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Di sisi lain, impor Kalsel juga mencatat peningkatan sebesar 16,1 persen secara tahunan, namun nilainya hanya sekitar Rp3,33 triliun. Peningkatan impor ini didorong oleh kebutuhan sektor industri dan kegiatan ekonomi, terutama impor minyak petroleum.

Pertumbuhan Ekonomi dan Konsolidasi APBD hingga Triwulan I 2026

Perekonomian Kalsel pada triwulan I 2026 tumbuh sebesar 5,67 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi daerah tetap terjaga dan mampu mempertahankan momentum pertumbuhan.

Selain itu, konsolidasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kalimantan Selatan hingga akhir Mei 2026 mencatat surplus sebesar Rp984,86 miliar. Hal ini menunjukkan bahwa ruang fiskal daerah masih terjaga dan mendukung keberlanjutan program pembangunan.

Kombinasi surplus perdagangan yang kuat, pertumbuhan ekonomi yang positif, serta kinerja fiskal daerah yang sehat menjadi modal penting bagi Kalimantan Selatan dalam menjaga momentum pertumbuhan hingga akhir 2026.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer