Tuesday, July 21, 2026
HomeBeritaPrakiraan Cuaca Jawa Tengah Hari Ini: Hujan Ringan-Sedang (25 Juni 2026)

Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Hari Ini: Hujan Ringan-Sedang (25 Juni 2026)

- Advertisement -
- Advertisement -

Cuaca Jawa Tengah Hari Ini: Hujan Ringan-Sedang dan Ancaman Banjir Rob

Pada 25 Juni 2026, cuaca di Jawa Tengah diprediksi akan terjadi hujan ringan-sedang. Namun, ancaman banjir rob akibat air laut pasang di perairan utara juga telah mengancam sejumlah daerah pantai di sepanjang Pantura. Hal ini memaksa warga di Kecamatan Sayang, Kabupaten Demak, untuk berhadapan dengan banjir yang merendam puluhan desa.

Prakiraan Cuaca dan Ancaman Banjir Rob

Meskipun sebagian besar Jawa Tengah sedang dalam musim kemarau, namun prakiraan cuaca hari ini memperlihatkan adanya potensi hujan ringan-sedang di beberapa daerah. Adapun daerah yang berpeluang diguyur hujan adalah Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Mungkid, hingga daerah pantura seperti Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, dan lain sebagainya.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Agus Triyono, menjelaskan bahwa cuaca akan berawan sepanjang hari dengan kecepatan angin 3-27 kilometer per jam. Suhu udara berkisar antara 19-34 derajat celcius dengan kelembaban udara 50-95 persen.

Ancaman Ketinggian Air Laut dan Dampaknya

Pada Kamis, 25 Juni 2026, pagi hari mencatat air laut pasang (Rob) di perairan utara mencapai ketinggian maksimum 1 meter, memicu potensi banjir di sejumlah daerah pantai. Warga di Pantura, seperti Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Jepara, Pati, Rembang harus berhati-hati menghadapi ancaman banjir ini.

Menurut Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang, Doni Prasetyo, banjir rob dapat mengganggu aktivitas warga, termasuk transportasi, bongkar muat barang di pelabuhan, budidaya perikanan darat, dan petani garam. Untuk itu, langkah siaga dan mitigasi bencana menjadi hal yang penting dalam menghadapi kondisi ini.

Gelombang di perairan utara dan selatan Jawa Tengah juga berisiko tinggi mengganggu aktivitas pelayaran, terutama bagi kapal nelayan, tongkang, serta angkutan barang dan penumpang ketika kecepatan angin di atas 15 knot. Kondisi ini menunjukkan pentingnya kewaspadaan dan kesigapan dalam menghadapi ancaman alam ini.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer