IHSG Berpotensi Melanjutkan Penguatan
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat berpotensi melanjutkan penguatan untuk menguji kembali resistance terdekat di 5.993-6.052 dan berpeluang menuju area 6.117-6.226. Hal ini terjadi seiring para pelaku pasar masih mencermati arah kebijakan suku bunga acuan global.
Pada awal perdagangan, IHSG membuka sesi dengan menguat 11,3 poin atau 0,19 persen ke posisi 6.010,34. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 0,71 poin atau 0,12 persen ke posisi 587,04.
Perkembangan IHSG
Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, menyatakan bahwa IHSG berada dalam posisi yang berpotensi untuk melanjutkan penguatan. Dengan resistance terdekat di 5.993-6.052, IHSG memiliki peluang untuk mencapai area 6.117-6.226. Namun, tetap ada kemungkinan untuk koreksi apabila tidak dapat menembus resistance tersebut, dengan risiko penurunan menuju level 5.720. Selain itu, support lanjutan ada di 5.784 dan 5.677.
Liza juga menambahkan bahwa sentimen pasar masih dipengaruhi oleh kebijakan moneter The Fed, terutama setelah bank sentral mengadopsi sikap yang lebih hawkish di bawah kepemimpinan Ketua baru Kevin Warsh. Meski inflasi masih tinggi, para pelaku pasar yakin bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Juli 2026, namun tetap memantau inflasi dan kondisi pasar tenaga kerja.
Sentimen Geopolitik dan Lainnya
Di sisi lain, sentimen geopolitik kembali muncul setelah terjadi serangan terhadap kapal kargo berbendera Singapura di Selat Hormuz dekat Oman. Insiden ini disebut melibatkan Garda Revolusi Iran dan berpotensi mengganggu stabilitas jalur pelayaran energi global. Hal ini juga menjadi kemunduran bagi proses perdamaian antara AS dan Iran.
Dari sisi lain, di dalam negeri pemerintah melakukan penyesuaian kebijakan fiskal dan program prioritas secara bersamaan. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipangkas sekitar 15 persen untuk menjaga keseimbangan anggaran dan stabilitas sistem keuangan. Selain itu, Kementerian Keuangan mulai menarik dana SAL sebesar Rp420 triliun yang sebelumnya ditempatkan di perbankan Himbara dan Bank Indonesia (BI).
Secara global, pasar masih memperhatikan prospek sektor kecerdasan buatan (AI) di tengah dinamika suku bunga yang lebih tinggi. Investor juga terfokus pada laporan keuangan Micron yang berhasil meredakan kekhawatiran terkait belanja modal besar-besaran di sektor AI.
Demikianlah perkembangan terkini IHSG dan sentimen pasar global yang perlu menjadi perhatian para pelaku pasar saham. Kondisi eksternal dan internal terus mempengaruhi pergerakan indeks saham, sehingga diperlukan analisis yang cermat untuk mengambil keputusan investasi yang tepat.


