Friday, July 10, 2026
HomeBisnisKerja Sama Pendanaan Iklim dan Kehutanan: Langkah Terbaru Kemenhut-Emergent

Kerja Sama Pendanaan Iklim dan Kehutanan: Langkah Terbaru Kemenhut-Emergent

- Advertisement -
- Advertisement -

Kementerian Kehutanan RI dan Emergent Forest Finance Accelerator, Inc. Jajaki Kerja Sama Pendanaan untuk Pengurangan Emisi

Jakarta – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI bersama Emergent Forest Finance Accelerator, Inc. menjajaki peluang kerja sama dalam mendukung upaya pengurangan emisi dari sektor kehutanan Indonesia. Kerja sama ini dilakukan khususnya melalui pendekatan pendanaan Jurisdictional REDD+ (JREDD+).

Komitmen Mendukung Pencapaian Target Iklim Nasional

Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, menyambut baik kerja sama ini sebagai bagian dari upaya Indonesia untuk memperluas akses terhadap pendanaan iklim internasional. Tujuannya adalah untuk mendukung pencapaian target iklim nasional sekaligus memperkuat pengelolaan hutan lestari dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Menhut Raja Antoni menyatakan bahwa kesepahaman yang dicapai mencerminkan komitmen kedua belah pihak untuk melanjutkan diskusi mengenai peluang dan dukungan pendanaan iklim bagi upaya perlindungan serta pengelolaan hutan berkelanjutan di Indonesia.

Rekam Jejak Indonesia dalam Perlindungan Hutan

Indonesia telah berhasil menghasilkan pengurangan emisi yang terverifikasi dan memperoleh pendanaan iklim sebesar 110 juta dolar AS melalui program Forest Carbon Partnership Facility (FCPF) yang didukung Bank Dunia. Hal ini menjadi landasan penting bagi Indonesia untuk menjajaki peluang baru dalam pasar karbon dan skema pendanaan berbasis hasil dengan integritas tinggi.

Menhut Raja Antoni menegaskan bahwa Indonesia terus memperkuat fondasi tata kelola karbon nasional melalui kebijakan dan reformasi regulasi yang diterapkan. Pemerintah berkomitmen untuk mewujudkan pengurangan emisi yang terukur dan terverifikasi serta menghasilkan manfaat bagi keanekaragaman hayati dan masyarakat sekitar melalui pengelolaan hutan yang berkelanjutan.

Di sisi lain, President and CEO Emergent, Eron Bloomgarden, mengapresiasi upaya Indonesia dalam perlindungan hutan tropis dan mitigasi perubahan iklim. Bloomgarden menyatakan bahwa dengan memiliki salah satu kawasan hutan tropis terbesar di dunia, upaya Indonesia dalam mengembangkan Jurisdictional REDD+ memberikan peluang penting untuk mengurangi emisi dalam skala besar sekaligus melindungi keanekaragaman hayati.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer