Jakarta – Pada akhir Juli 2026, pemerintah Indonesia berencana untuk menerbitkan obligasi Panda Bond, instrumen surat utang negara yang dikeluarkan dalam denominasi mata uang yuan. Langkah ini diambil untuk memanfaatkan likuiditas global yang sedang melimpah.
Menjaring Dana Global
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan bahwa penjadwalan penerbitan obligasi Panda Bond bertujuan untuk menarik minat investor internasional dengan skala pemesanan yang lebih besar. Dengan demikian, pemerintah berharap dapat mengumpulkan dana dalam jumlah yang signifikan.
Antusiasme dari investor asal China untuk memiliki obligasi komersial Indonesia terlihat sangat tinggi. Beberapa lembaga keuangan besar seperti The China Investment Corporation (CIC) dan Export-Import Bank of China (China Exim Bank/EIBC) telah menyatakan niat mereka untuk berinvestasi dalam jumlah besar.
Mendorong Partisipasi Investor
Purbaya mengungkapkan bahwa beberapa lembaga tersebut bahkan menyatakan keinginan untuk menjadi underwriter dalam penerbitan obligasi tersebut. Hal ini menunjukkan kepercayaan mereka terhadap ekonomi Indonesia dan rencana pemerintah dalam menerbitkan Panda Bond.
Dengan rencana penerbitan obligasi Panda Bond ini, diharapkan pemerintah dapat memperoleh dana segar dalam jumlah yang cukup besar untuk memenuhi kebutuhan pembangunan dan proyek-proyek infrastruktur yang tengah dijalankan.


