Wednesday, July 22, 2026
HomeBeritaKonflik AS-Iran di Selat Hormuz: Gencatan Senjata Terancam

Konflik AS-Iran di Selat Hormuz: Gencatan Senjata Terancam

- Advertisement -
- Advertisement -

Konflik AS-Iran Memanas di Selat Hormuz, Gencatan Senjata Terancam

Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memuncak di Teluk Persia pada Sabtu (28/6). Aksi saling serang selama tiga hari berturut-turut di sekitar Selat Hormuz ini menguji ketahanan gencatan senjata yang sebelumnya diharapkan dapat mengakhiri permusuhan selama berbulan-bulan.

Militer AS vs Iran: Serangan Balasan

Militer AS meluncurkan operasi yang menargetkan berbagai situs di Iran sebagai respons atas serangan terhadap kapal tanker minyak. Serangan ini dilakukan dengan tujuan melemahkan kemampuan Iran dalam menargetkan pelayaran komersial.

Iran juga memberikan respons dengan menargetkan pangkalan militer AS di Kuwait dan Bahrain. Dengan sirene serangan udara yang terdengar, otoritas Kuwait berhasil mencegat dua rudal balistik yang diluncurkan oleh Iran. Selain itu, Iran juga mengancam akan memperketat pengawasan terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.

Ancaman Terhadap Kesepakatan Damai

Konflik ini memberikan tekanan besar pada kesepakatan damai yang telah disepakati sebelumnya antara AS dan Iran. Iran menafsirkan kesepakatan tersebut sebagai pemberian wewenang atas Selat Hormuz, yang selama ini banyak digunakan untuk jalur pelayaran yang didukung oleh AS.

Tindakan keras ini juga memengaruhi perjanjian kerangka kerja perdamaian antara Israel dan Libanon, yang ditengahi AS. Namun, kelompok Hizbullah yang didukung Iran menolak perjanjian tersebut dan tetap bersikeras untuk melawan Israel.

Serangan Terhadap Kapal Tanker Kiku

Pada Sabtu, militer AS melaporkan bahwa satu drone Iran berhasil menghantam kapal tanker Kiku berbendera Panama yang membawa 2 juta barel minyak mentah. Serangan ini menyebabkan kerusakan di bagian pusat komando utama kapal.

Meskipun Iran tidak secara langsung mengakui bertanggung jawab atas serangan tersebut, namun mereka tetap menjaga kendali atas lalu lintas di Selat Hormuz. Akibat insiden ini, tingkat ancaman keamanan maritim di selat tersebut dinaikkan menjadi substansial.

Kedua belah pihak masih menunjukkan keinginan untuk menjaga agar pertempuran tetap terkendali demi melanjutkan diskusi implementasi kesepakatan, namun tantangan politik tetap besar terutama karena Iran menolak menyerahkan program nuklirnya.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer