Wednesday, July 22, 2026
HomeFinansialRupiah Menguat Berkat Respons Positif Pasar terhadap Stabilitas Fiskal

Rupiah Menguat Berkat Respons Positif Pasar terhadap Stabilitas Fiskal

- Advertisement -
- Advertisement -

Rupiah Menguat Berkat Respons Positif Pasar terhadap Stabilitas Fiskal

Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Jumat sore mengalami kenaikan sebesar 21 poin atau 0,12 persen menjadi Rp17.922 per dolar AS. Kenaikan ini dipicu oleh respons positif pasar terhadap langkah pemerintah dalam mempertimbangkan efisiensi anggaran, termasuk pengurangan anggaran untuk program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) guna menjaga stabilitas fiskal.

Anggaran MBG Dipangkas Menjadi Rp268 Triliun

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi menyatakan bahwa anggaran Badan Gizi Nasional (BGN) pada APBN 2026 telah disesuaikan. Pagu anggaran MBG dipangkas dari rencana awal Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun. Alokasi anggaran ini kembali dipangkas menjadi sekitar Rp228,38 triliun untuk memperkuat kondisi keuangan negara.

Pemerintah juga tengah mengkaji opsi untuk pemotongan tambahan hingga Rp50 triliun guna merespons risiko ekonomi global, menjaga defisit fiskal, dan memperbaiki tata kelola program.

BI Perkuat Intervensi Pasar untuk Menjaga Stabilitas Rupiah

Bank Indonesia (BI) disebut telah memperkuat intervensi pasar secara agresif melalui berbagai lini, termasuk pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), dan pasar Surat Berharga Negara (SBN) guna meredam volatilitas dan mencegah depresiasi rupiah yang mendekati level Rp18 ribu per dolar AS. BI juga siap untuk menaikkan suku bunga acuan jika pelemahan rupiah terus berlanjut. Stabilitas nilai tukar tetap menjadi prioritas utama.

BI juga perlu terus menegaskan konsistensi kebijakan, kecukupan cadangan devisa, dan komitmen untuk menjaga stabilitas sistem keuangan agar pelemahan rupiah tidak berujung pada lonjakan inflasi maupun gangguan stabilitas. Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) BI hari ini justru bergerak melemah di level Rp17.962 per dolar AS.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer