BSI Menyambut Positif Penempatan Kembali SAL untuk Perkuat Likuiditas Bank
PT Bank Syariah Indonesia (BSI) merespons positif penempatan kembali saldo anggaran lebih (SAL) di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), yang diharapkan dapat meningkatkan likuiditas perbankan dan mendukung pertumbuhan ekonomi.
Sinergi Pemerintah dan Industri Perbankan
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menilai bahwa stabilitas ekonomi tidak hanya bergantung pada kebijakan fiskal yang kuat, tetapi juga kerjasama erat antara pemerintah dan industri perbankan. Pengelolaan SAL yang optimal membutuhkan dukungan sistem keuangan yang sehat.
Anggoro menyatakan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan industri perbankan penting untuk menjaga likuiditas, memperkuat kepercayaan pasar, dan memastikan aliran dana yang mendukung aktivitas ekonomi dan pembangunan nasional.
Komitmen BSI
Sebagai bagian dari Himbara, BSI siap untuk mendukung kebijakan pemerintah melalui layanan keuangan syariah yang inklusif. Mereka berkomitmen memperkuat ketahanan ekonomi nasional dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.
BSI menjaga fundamental pendanaan dengan memperluas pembiayaan pada segmen ritel, UMKM, dan konsumer, sambil tetap fokus pada penguatan dana murah (CASA), pengembangan Islamic ecosystem, dan layanan digital.
Hingga April 2026, BSI mencatat pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp382 triliun dan pembiayaan sebesar Rp332 triliun dengan kualitas aset yang terjaga. Mereka juga terus mendukung program prioritas nasional seperti pembiayaan UMKM, KUR, dan lainnya.
Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah menempatkan dana SAL hampir Rp400 triliun di Himbara, dengan tambahan dana standby Rp100 triliun. Langkah ini diharapkan dapat mendukung stabilisasi pasar keuangan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.


