Tuesday, July 21, 2026
HomeEkonomiEkspansi Bisnis Halal dan Karbon: MUTU Raup Dana Segar Rp29,9 Milyar

Ekspansi Bisnis Halal dan Karbon: MUTU Raup Dana Segar Rp29,9 Milyar

- Advertisement -
- Advertisement -

PT Mutuagung Lestari Tbk Lakukan Private Placement untuk Pengembangan Bisnis

PT Mutuagung Lestari Tbk (MUTU) melakukan aksi korporasi Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement untuk pengembangan bisnisnya. Dalam langkah ini, perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengujian laboratorium dan sertifikasi tersebut berencana menerbitkan 309.278.300 saham baru.

Harga pelaksanaan private placement ini ditetapkan sebesar Rp97 per saham, yang berpotensi mengumpulkan dana segar sekitar Rp29,9 miliar bagi perseroan. Langkah ini diambil sebagai strategi untuk memperkuat posisi dan ekspansi bisnis di sektor keberlanjutan, terutama dalam layanan sertifikasi, pengujian, dan verifikasi.

Investor Utama dalam Private Placement MUTU

Sebagai bagian dari private placement, PT Samala Serasi Utama menjadi investor dengan porsi terbesar setelah menyerap 103.092.700 saham. Selain itu, PT Bumi Hijau Sedaya juga turut berpartisipasi dengan mengambil 41.237.100 saham. Tak hanya itu, Interra Resources Limited, perusahaan energi dan sumber daya tercatat di Bursa Singapura, juga ikut berinvestasi di MUTU melalui anak usahanya di Indonesia.

Para investor melihat potensi besar dalam pengembangan bisnis MUTU di sektor keberlanjutan, terutama dalam hal layanan sertifikasi, pengujian, dan verifikasi. Langkah ini juga dianggap sebagai strategi yang tepat dalam menghadapi persaingan bisnis yang semakin ketat, terutama dalam mendukung bisnis halal dan pengurangan emisi karbon.

Direktur Keuangan PT Mutuagung Lestari Tbk, Sumarna, menjelaskan bahwa semua investor yang terlibat dalam private placement ini tidak memiliki keterkaitan afiliasi dengan pemegang saham pengendali, pemegang saham utama, serta manajemen perseroan. Hal ini menunjukkan independensi dan kemandirian dalam pengambilan keputusan investasi.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer