Wednesday, July 22, 2026
HomeFinansialPeningkatan Keamanan Sistem dengan Teknologi AI bagi Pelaku Industri Kripto

Peningkatan Keamanan Sistem dengan Teknologi AI bagi Pelaku Industri Kripto

- Advertisement -
- Advertisement -

Jakarta (ANTARA) – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) membuka peluang bagi industri kripto dan blockchain untuk memperkuat sistem keamanan secara proaktif, menurut praktisi aset kripto.

AI sebagai Solusi Keamanan Blockchain

CEO Indodax, William Sutanto, menyatakan bahwa pola serangan pada ekosistem blockchain kini semakin kompleks, memerlukan pendekatan keamanan yang inovatif. Dua peretasan yang terjadi pada April 2026 dan menimpa Drift Protocol serta KelpDAO telah mencuri total 577 juta dolar AS, mencerminkan kebutuhan akan sistem keamanan yang lebih tangguh.

William mencatat bahwa AI dapat menjadi solusi baru dalam menangani ancaman keamanan di blockchain. Dibandingkan dengan audit tradisional yang dilakukan secara berkala, AI dapat melakukan analisis smart contract dan pemantauan risiko secara kontinyu. Hal ini memungkinkan identifikasi potensi kerentanan sebelum menjadi ancaman yang lebih besar.

Pemanfaatan AI dalam Keamanan Blockchain

Perusahaan teknologi seperti Frosty, yang dikembangkan oleh Coinbase, dan Mythos dari Anthropic telah mulai menggunakan teknologi AI untuk mempercepat audit internal, analisis smart contract, dan on-chain analysis. Teknologi ini mampu memantau perubahan perilaku protokol serta aktivitas transaksi yang mencurigakan secara real-time untuk mendeteksi ancaman lebih dini.

Meski begitu, William menekankan bahwa AI bukanlah solusi tunggal terhadap ancaman keamanan di industri aset digital dan kripto. Keamanan blockchain masih memerlukan tata kelola yang ketat, audit independen, manajemen akses yang terkontrol, kesadaran pengguna, KYC, kebersihan keamanan dan SDM yang kompeten.

Nilai tambah AI tak hanya terletak pada kemampuannya mempercepat proses analisis, tetapi juga dalam pemantauan risiko berkelanjutan. Pendekatan ini memungkinkan deteksi ancaman lebih dini dan mitigasi yang cepat sebelum menjadi insiden besar.

Masa depan keamanan blockchain akan ditentukan bukan hanya oleh seberapa sering audit dilakukan, melainkan seberapa cepat sistem mampu mendeteksi, menganalisis, dan merespons ancaman yang berkembang. AI pun turut berperan sebagai pendukung sistem keamanan yang adaptif.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer