Senegal Terpuruk Kala Belgia Berpesta di Menit Akhir
Sepak bola sungguh tak kenal ampun. Ungkapan itu mencerminkan nasib pahit yang dialami tim nasional Senegal dalam laga babak 32 besar Piala Dunia 2026. Meski mendominasi pertandingan dan unggul dua gol, Senegal harus menelan pil pahit karena kemenangan Belgia yang dramatis dengan bantuan VAR.
Keunggulan Senegal Sirna di Menit Akhir
Senegal tampil dominan dengan gol dari Habib Diarra dan Ismaila Sarr, unggul 2-0 hingga menit ke-80. Namun, masuknya Romelu Lukaku mengubah segalanya. Belgia berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 di menit-menit terakhir, memaksa pertandingan masuk ke babak perpanjangan waktu.
Drama VAR dan Penalti Kontroversial
Puncak drama terjadi saat wasit memberikan penalti kontroversial kepada Belgia setelah melihat VAR selama lebih dari tujuh menit. Penalti dari Tielemans pada menit ke-124 lebih 44 detik menjadi gol penentu kemenangan, menjadikannya gol paling larut dalam sejarah Piala Dunia. Belgia akhirnya menang 3-2 dan Senegal harus pulang dengan rasa pahit.
Para pemain esah dukungan kritik atas keputusan wasit yang dinilai tidak adil, terutama dengan durasi pengambilan keputusan yang terlalu lama. Bagi Senegal, tragedi ini seperti mengulang luka lama saat kehilangan gelar Piala Afrika (AFCON) akibat VAR awal tahun ini.
Warna Dramatis dari Generasi Emas Belgia
Kemenangan dramatis Belgia dalam laga ini menjadi tonggak sejarah, di mana mereka menjadi tim pertama yang berhasil lolos dari kekalahan setelah tertinggal dua gol di atas menit ke-85. Ketangguhan dan mental baja para pemain senior Belgia dari “Generasi Emas” 2018 seperti Lukaku, Meunier, dan Tielemans menjadikan laga ini berkesan.
Rekor bersejarah ini memperlihatkan bahwa meski usia para pemain sudah uzur, semangat dan keuletan mereka dalam lapangan belum habis. Belgia siap bersaing di babak 16 besar melawan tuan rumah Amerika Serikat, menandai perjalanan gemilang mereka di Piala Dunia 2026.


