Friday, July 10, 2026
HomeFinansialStabilitas Ekonomi Papua: Pentingnya Meningkatkan GPM dan KAD

Stabilitas Ekonomi Papua: Pentingnya Meningkatkan GPM dan KAD

- Advertisement -
- Advertisement -

BI Papua Tingkatkan Program GPM dan KAD untuk Menjaga Stabilitas Ekonomi

Jayapura (ANTARA) – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Papua terus mengintensifkan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Kerja Sama Antar Daerah (KAD) sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi di wilayah Tanah Papua.

Peningkatan Stabilitas Ekonomi Papua

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Papua, Warsono di Jayapura, Sabtu, menyatakan BI Papua berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam menjaga stabilitas perekonomian di Tanah Papua. Hal ini meliputi memastikan kelancaran sistem pembayaran serta distribusi uang Rupiah yang layak edar hingga ke wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).

Menurut Warsono, Papua merupakan wilayah yang masih sangat bergantung pada pasokan pangan dari luar daerah, seperti Sulawesi Selatan. Oleh karena itu, sinergi melalui Kerja Sama Antar Daerah sangat diperlukan untuk menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga.

Langkah Konkret dari BI Papua

Hingga pertengahan 2026, BI Papua telah melakukan sekitar 250 kegiatan Gerakan Pangan Murah yang tersebar di seluruh wilayah kerjanya. Program ini menjadi instrumen utama dalam membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau. Selain GPM, BI Papua juga aktif mendorong penguatan KAD dengan berbagai daerah penghasil komoditas pangan untuk memperlancar distribusi dan mengurangi tekanan inflasi di wilayah Papua.

Dalam menjaga kelancaran peredaran uang Rupiah, BI Papua telah menjalankan program kas titipan dengan perbankan di tujuh titik, serta layanan kas keliling luar kota yang menjangkau daerah-daerah terpencil seperti Asmat dan Oksibil. Distribusi uang yang layak edar tetap menjadi perhatian, terutama di wilayah yang sulit dijangkau dan hanya dapat diakses melalui transportasi udara. Oleh karena itu, layanan kas keliling terus dioptimalkan.

Tantangan utama yang dihadapi meliputi kondisi geografis yang luas dan sulit dijangkau, serta rendahnya literasi masyarakat terkait program Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah, khususnya dalam hal penukaran uang tak layak edar. BI Papua berkomitmen untuk terus melakukan kas keliling guna menanggulangi tantangan ini.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer