Peningkatan Produktivitas Jagung dan Padi di Ponorogo Mendukung Swasembada Pangan Nasional
Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, mendorong Pemerintah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, untuk terus meningkatkan produktivitas jagung dan padi guna memperkuat program swasembada pangan nasional.
Potensi Besar Pada Sektor Pertanian
Hanif menyatakan bahwa Ponorogo memiliki potensi besar dalam menopang swasembada pangan karena memiliki sekitar 35 ribu hektare lahan pertanian dengan indeks pertanaman yang mendekati tiga kali tanam dalam setahun, yakni dua kali padi dan satu kali jagung.
Penyertaan teknologi pertanian dan keterlibatan generasi muda di sektor pertanian diharapkan akan membuat produksi lebih efisien serta meningkatkan daya saing hasil panen.
Peran Teknologi dalam Pertanian
Menurut Wamenko Pangan, penggunaan teknologi dalam pertanian sangat penting untuk meningkatkan efisiensi. Dengan pemanfaatan teknologi, ketahanan pangan dapat semakin kuat dan berkelanjutan.
Prioritas pemerintah saat ini adalah memperkuat ketahanan pangan, dan itu merupakan usaha bersama yang harus didukung oleh seluruh daerah, termasuk Ponorogo.
Melalui kerjasama antara pemerintah daerah dan petani, diharapkan produksi jagung dan padi bisa terus meningkat sehingga kontribusi Ponorogo terhadap ketahanan pangan nasional semakin signifikan.
Program Swasembada Pangan Nasional
Pada tahun 2025, target produksi jagung nasional mencapai 16,16 juta ton jagung pipilan kering dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp5.500 per kilogram. Sementara itu, produksi beras nasional sudah melampaui kebutuhan konsumsi nasional.
Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita, menjelaskan bahwa sektor pertanian masih menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Capaian produksi jagung dan padi yang tinggi menjadikan Ponorogo sebagai salah satu lumbung pangan terbesar di Jawa Timur.
Dengan dukungan pemerintah daerah, diharapkan sektor pertanian terus berkembang dan menjadi andalan dalam mencapai swasembada pangan nasional.


