Gubernur Aceh Muzakir Manaf Mengeksplorasi Pengelolaan Migas di Lapangan Tangkulo South Andaman
Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem telah mengusulkan usaha terbaik untuk negara, khususnya untuk Aceh, dalam surat yang dia kirimkan kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, terkait pengelolaan minyak dan gas (migas) di Lapangan Tangkulo South Andaman. Dalam surat tersebut, terdapat empat permintaan khusus yang disampaikan oleh Gubernur Mualem.
Menurut Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, surat yang dikirimkan oleh Gubernur Aceh tersebut, nomor 500.16.7.2/7039, telah diterima oleh Kementerian Sekretariat Negara pada tanggal 30 Juni 2026. Surat tersebut berkaitan dengan peninjauan dan revisi Persetujuan Rencana Pengembangan (PoD) I Lapangan Tangkulo Wilayah Kerja (WK) South Andaman.
Mengenai Isi Surat Gubernur Aceh
Dalam suratnya, Gubernur Aceh menyampaikan empat poin utama. Pertama, Pemerintah Aceh menilai bahwa besaran bagi hasil (split) yang diberikan (4 persen gas dan 6 persen minyak) masih terlalu kecil dalam PoD I dan perlu ditinjau ulang untuk kepentingan nasional dan Aceh.
Poin kedua, Gubernur Aceh mengusulkan skenario pengolahan gas mentah di darat (Onshore) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun yang merupakan Proyek Strategis Nasional sesuai RPJMN 2025-2029 dan Asta Cita Prabowo-Gibran.
Selanjutnya, Gubernur Mualem berharap agar Presiden Prabowo dapat mengarahkan Menteri ESDM untuk meninjau dan merevisi Persetujuan Rencana PoD I Lapangan Tangkulo di Wilayah Kerja South Andaman. Poin terakhir dalam surat tersebut adalah meminta alokasi khusus minyak dan gas bumi untuk Aceh.
Potensi Lapangan South Andaman
Lapangan gas Tangkulo di Lapangan South Andaman diprediksi akan memproduksi sekitar 300 MMSCFD gas sehari, dengan sebagian besar gas tersebut telah dikontrak penjualannya ke PLN. Selain itu, lapangan ini juga diperkirakan akan menghasilkan sekitar 7.500 barel kondensat per hari.
Kondensat ini memiliki potensi untuk diolah menjadi berbagai produk seperti nafta, kerosin, dan gasoline yang dapat menjadi bahan baku untuk industri petrokimia, cat, dan bahan bakar minyak. Dengan adanya kondensat ini, diharapkan akan mendorong lahirnya kilang (refinery) di Aceh yang akan mendukung pertumbuhan berbagai industri hilir di daerah tersebut.
Pengelolaan migas di Lapangan Tangkulo South Andaman menjadi satu dari enam blok migas utama di kawasan Andaman, yang memiliki potensi besar untuk mengembangkan sektor energi dan industri di Aceh.


