Kondisi APBN 2026: Defisit Rp196 Triliun
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan kondisi terbaru Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. Hingga semester I-2026, tercatat defisit sebesar Rp196,5 triliun atau 0,76 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Angka defisit APBN 2026 mengalami kenaikan dari posisi sebelumnya per Mei 2026 yang mencapai Rp180,4 triliun atau 0,70 persen terhadap PDB. Meski demikian, secara tahunan, defisit ini mengalami penurunan sebesar 3,8 persen dari semester I-2025 yang mencapai 0,84 persen terhadap PDB.
Pendapatan APBN 2026 Mencapai Rp1.035 Triliun
Dari sisi pendapatan, pemerintah berhasil mencatatkan pendapatan negara sebesar Rp1.459,4 triliun. Jumlah tersebut setara dengan 46,3 persen dari target APBN 2026 yang sebesar Rp3.153,6 triliun. Secara tahunan, realisasi pendapatan ini meningkat signifikan hingga 21,4 persen.
Purbaya menjelaskan bahwa peningkatan pendapatan negara ini didorong oleh aktivitas ekonomi yang semakin meningkat serta perbaikan tata kelola manajemen pada sektor penerimaan negara.


