Jakarta (ANTARA) – Bupati Kepulauan Seribu, Muhammad Fadjar Churniawan, menekankan bahwa kebutuhan air bersih tetap menjadi prioritas utama di wilayah tersebut. Untuk memastikan pasokan air bersih bagi warga tetap terjaga, pemanfaatan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) menjadi solusi yang digalakkan.
Dorongan Pemanfaatan Teknologi SWRO
Dalam Rakorwil Tahun 2026 di Jakarta, Muhammad Fadjar Churniawan menyatakan bahwa kebutuhan air bersih masih menjadi tantangan besar di Kepulauan Seribu. Meskipun telah mengandalkan dukungan dari Sudin SDA dan PAM Jaya, kapasitas pasokan air bersih masih terbatas.
Untuk mengatasi hal tersebut, PAM Jaya bersama Pemkab Kepulauan Seribu telah membangun fasilitas SWRO. Teknologi ini memanfaatkan desalinasi untuk mengubah air laut menjadi air bersih melalui membran bertekanan tinggi. Dengan teknologi ini, pasokan air bersih diharapkan dapat terjaga dengan baik.
Kolaborasi dan Penyediaan Air Bersih
PAM Jaya dan pihak terkait terus mendorong berbagai solusi melalui kolaborasi dengan sektor swasta untuk memastikan pelayanan air bersih bagi warga Kepulauan Seribu tetap terjaga. Teknologi SWRO mampu memproduksi 1.867 liter air bersih per hari, dengan alokasi 64 liter per hari untuk setiap warga.
Selain SWRO, teknologi Brackish Water Reverse Osmosis (BWRO) juga digunakan untuk memurnikan air payau menjadi air minum. Fasilitas ini tersebar di tujuh pulau berpenduduk di Kepulauan Seribu, masing-masing dengan kapasitas yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
Ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus diprioritaskan oleh pemerintah. Pengawasan yang ketat pun ditegaskan sebagai bagian penting dari tata kelola pemerintahan yang baik untuk memastikan langkah pembangunan tidak tersesat dan berkelanjutan.
Demikianlah komitmen Bupati Kepulauan Seribu, Muhammad Fadjar Churniawan, dalam memastikan pasokan air bersih bagi warga tetap terjaga di tengah tantangan kebutuhan infrastruktur dasar.


