Tuesday, July 21, 2026
HomeBisnisPanglipuran Festival: Promosi Pariwisata Regeneratif

Panglipuran Festival: Promosi Pariwisata Regeneratif

- Advertisement -
- Advertisement -

Panglipuran Festival 2026: Menjadi Destinasi Pariwisata Regeneratif

Desa Wisata Panglipuran, Kabupaten Bangli, Bali, kembali menggelar Panglipuran Festival Ke-13 Tahun 2026 dengan tema “Harmoni Bumi Panglipuran: Menuju Pariwisata Inklusif, Berkelanjutan, dan Regeneratif”. Festival ini menegaskan komitmennya sebagai ajang promosi pariwisata regeneratif yang didasarkan pada pelestarian adat, budaya, dan lingkungan sebagai fondasi utama pengembangan destinasi wisata.

Pariwisata Berbasis Masyarakat

Bendesa Adat Panglipuran, Wayan Budiarta, menjelaskan bahwa konsep pariwisata di Panglipuran tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan wisatawan, tetapi juga lahir dari komitmen masyarakat dalam melestarikan adat, budaya, dan lingkungan sesuai dengan filosofi Tri Hita Karana. Sejak ditetapkan sebagai objek wisata pada 1993, masyarakat Panglipuran secara konsisten mempertahankan tata ruang tradisional, rumah adat, hutan bambu, dan hukum adat sebagai pedoman hidup sehari-hari.

Pariwisata Berbasis Masyarakat

Budiarta menegaskan bahwa Panglipuran bukan sekadar objek wisata, tetapi living museum yang hidup dengan adat, ritual, dan budaya setiap hari. Sejak 2012, warga Panglipuran aktif sebagai pelaku utama pariwisata dengan menyediakan homestay, atraksi budaya, dan layanan pemandu wisata.

Pada Panglipuran Festival 2026, konsep 4S (Something to Do, Something to See, Something to Buy, dan Something to Learn) diusung untuk memberikan pengalaman belajar kepada wisatawan mengenai budaya dan kehidupan masyarakat Panglipuran. Festival ini juga bertujuan melestarikan seni, adat, budaya, dan lingkungan serta meningkatkan kompetensi pelaku pariwisata.

Melalui Panglipuran Festival 2026, Desa Wisata Panglipuran berkomitmen untuk memperkenalkan konsep pariwisata regeneratif yang tidak hanya menjaga keberlanjutan destinasi, tetapi juga memulihkan lingkungan, memperkuat budaya lokal, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sebagai pelaku utama pariwisata.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer