Tuesday, July 21, 2026
HomeBeritaPartisipasi PSPB untuk Pendidikan Bermutu: Sebuah Pandangan Mendalam

Partisipasi PSPB untuk Pendidikan Bermutu: Sebuah Pandangan Mendalam

- Advertisement -
- Advertisement -

Partisipasi Semesta Pendidikan Bermutu: Gotong Royong Membangun Pendidikan Indonesia

Setiap kali mengunjungi sekolah, terlihat beragam ekspresi di wajah para murid. Ada yang ceria, semangat mengikuti pelajaran, ada yang diam, bahkan ada yang terlihat hampa. Mungkin tidak semua dari mereka tahu tujuan dari proses pendidikan ini, namun harapan kita adalah agar setiap anak memiliki kesempatan untuk tumbuh dan menemukan potensi diri.

Generasi Pendidikan yang Harus Dibangun

Sebagai harapan besar Indonesia, generasi saat ini diharapkan menjadi sumber daya manusia unggul yang akan membentuk masa depan Indonesia. Tanggung jawab besar dipikul oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, pemerintah daerah, masyarakat, dan pihak swasta. Hampir 57 juta jiwa terlibat dalam ekosistem pendidikan dasar dan menengah.

Dari jumlah tersebut, masih terdapat 2,9 juta anak usia 7-18 tahun yang tidak bersekolah, menunjukkan masih adanya tantangan dalam menyediakan pendidikan bagi semua anak. Program Wajib Belajar 9 Tahun telah berhasil membawa hampir semua anak usia 7-15 tahun ke sekolah, namun pekerjaan untuk memastikan seluruh anak mendapatkan pendidikan berkualitas masih belum selesai.

Tantangan Kualitas Pendidikan dan Peran Gotong Royong

Hasil penilaian PISA 2022 menunjukkan bahwa kemampuan peserta didik Indonesia masih berada di bawah rata-rata negara OECD. Membawa anak ke sekolah hanyalah sepertiga dari pekerjaan pendidikan, sementara sepertiga lainnya adalah memastikan anak benar-benar belajar dan berkembang secara optimal di lingkungan sekolah yang kondusif.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, gotong royong menjadi kunci. Partisipasi Semesta Pendidikan Bermutu (PSPB) merupakan upaya untuk mengoordinasikan kontribusi masyarakat agar lebih tepat sasaran, sesuai kebutuhan, terkoordinasi, dan transparan. Melalui PSPB, pemerintah berperan sebagai fasilitator untuk mempertemukan kebutuhan pendidikan dengan kontribusi masyarakat.

Dengan begitu, harapan untuk membentuk pendidikan bermutu untuk semua anak di Indonesia dapat diwujudkan melalui semangat gotong royong yang terarah dan efektif.

Sumber: Mediaindonesia

Source link

Berita Terkait

Berita Populer