Rupiah Menguat 63 Poin Menjadi Rp18.065 per Dolar AS
Nilai tukar (kurs) rupiah pada penutupan perdagangan Jumat sore menguat 63 poin atau 0,35 persen menjadi Rp18.065 per dolar AS dari sebelumnya Rp18.128 per dolar AS. Penguatan rupiah ini didukung oleh cadangan devisa yang memadai menurut analis dari Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), Muhammad Amru Syifa.
Cadangan Devisa Meningkat Menjadi 145,6 Miliar Dolar AS
Cadangan devisa Indonesia mencapai 145,6 miliar dolar AS pada akhir Juni 2026, naik dari 144,9 miliar dolar AS pada bulan sebelumnya. Ini memperkuat posisi rupiah di pasar mata uang, bersamaan dengan komitmen Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas nilai tukar.
Menurut Amru, rupiah memiliki potensi untuk terus menguat jika tekanan terhadap dolar AS berlanjut. Namun, penguatan ini tidak akan signifikan karena masih ada penantian investor terhadap data ekonomi penting dari Amerika Serikat, khususnya inflasi inti (Core CPI).
Para pelaku pasar juga akan memperhatikan perkembangan konflik di Timur Tengah yang dapat mempengaruhi harga minyak dunia dan minat investor terhadap aset safe haven. Arus modal asing dan langkah stabilisasi Bank Indonesia juga akan menjadi faktor kunci dalam menentukan pergerakan rupiah ke depan.
Perkiraan Pergerakan Rupiah
Amru memperkirakan bahwa rupiah akan bergerak dalam kisaran Rp18.000-Rp18.128 per dolar AS dalam sepekan mendatang. Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga menguat menjadi Rp18.069 per dolar AS dari sebelumnya Rp18.090 per dolar AS.


