Komunitas Bahasa Betawi: Menyelamatkan Warisan Budaya yang Terancam
Kepala Kantor Bahasa Provinsi Banten, Devyanti Asmalasari, memaparkan pentingnya peran komunitas dalam menjaga keberlangsungan bahasa Betawi melalui berbagai kegiatan tradisional dan seni. Bahasa Betawi merupakan bagian otentik dari Jakarta yang bisa meningkatkan daya saing sebagai kota global.
Komunitas Sebagai Pilar Pemeliharaan Bahasa Betawi
Menurut Devyanti, komunitas berperan penting dalam menjaga kelestarian bahasa Betawi. Saat sekolah mengajarkan bahasa Betawi, komunitaslah yang menjaganya tetap hidup. Bahasa daerah seperti Betawi hidup karena digunakan, diwariskan, dan dihargai. Ekosistem pewarisan bahasa harus dijaga agar berjalan dengan baik.
Keluarga juga memiliki peran vital dalam pelestarian bahasa daerah, termasuk Bahasa Betawi, karena sering digunakan sebagai bahasa pengantar dalam percakapan keluarga. Devyanti menyebut bahwa terdapat penurunan jumlah penutur bahasa Betawi, terutama di kalangan generasi muda, karena anggapannya bahwa bahasa global lebih keren.
Dukungan Multi-Sektor untuk Melestarikan Bahasa
Pelestarian bahasa daerah memerlukan dukungan dari berbagai sektor, termasuk pemerintah, lembaga kebahasaan, badan bahasa, keluarga, sekolah, perguruan tinggi, komunitas, media, industri kreatif, dunia usaha, dan masyarakat umum. Seluruh komponen ini dapat membentuk ekosistem pewarisan bahasa agar Bahasa Betawi tetap hidup dan berkembang di ruang publik.


