Sunday, August 9, 2026
HomeFinansialKinerja Dunia Usaha Melonjak di Triwulan II 2026: Hasil Survei BI

Kinerja Dunia Usaha Melonjak di Triwulan II 2026: Hasil Survei BI

- Advertisement -
- Advertisement -

Kinerja Dunia Usaha Indonesia Meningkat di Triwulan II 2026

Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Bank Indonesia (BI) menunjukkan peningkatan kinerja kegiatan dunia usaha pada triwulan II 2026. Saat ini, nilai saldo bersih tertimbang (SBT) meningkat menjadi 12,97 persen dari sebelumnya hanya 10,11 persen. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, dalam keterangan resminya di Jakarta.

Pendorong Peningkatan Kinerja

Penyebab dari peningkatan kinerja kegiatan usaha ini didorong oleh kenaikan mayoritas lapangan usaha (LU) utama. Beberapa di antaranya adalah LU pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan SBT sebesar 1,74 persen, LU konstruksi 0,81 persen, dan LU pertambangan dan penggalian 0,37 persen. Aktivitas usaha dari sektor-sektor tersebut semakin meningkat, turut mendukung peningkatan kinerja dunia usaha secara keseluruhan.

Di samping itu, LU penyediaan akomodasi dan makan minum juga mengalami kenaikan SBT sebesar 0,50 persen. Hal ini sejalan dengan permintaan yang terjaga selama periode hari besar keagamaan nasional dan musim liburan sekolah di triwulan II 2026.

Kapasitas Produksi dan Kondisi Keuangan

Kapasitas produksi pada triwulan II 2026 juga mengalami peningkatan, mencapai 73,80 persen dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang hanya 73,33 persen. Penyumbang utama dari peningkatan ini adalah sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, pertambangan dan penggalian, serta pengadaan listrik.

Sementara kondisi keuangan dunia usaha secara umum tetap baik, baik dari segi likuiditas maupun rentabilitas. Akses terhadap kredit juga tetap mudah, mendukung kelancaran kegiatan usaha di berbagai sektor.

Bagaimana proyeksi kegiatan usaha untuk triwulan III 2026? Menurut responden survei, diharapkan peningkatan kinerja sebesar 11,75 persen. Sejumlah sektor seperti industri pengolahan, perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan motor, konstruksi, hingga pertambangan dan penggalian diprediksi akan mengalami peningkatan kinerja.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer