Sunday, August 9, 2026
HomeBeritaPakar ITB Kritis Terhadap Standar Migrasi BPA BPOM: Analisis Ilmiah

Pakar ITB Kritis Terhadap Standar Migrasi BPA BPOM: Analisis Ilmiah

- Advertisement -
- Advertisement -

Pakar ITB Kritik Pengetatan Standar Migrasi BPA BPOM

Pakar polimer dari Jurusan Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB), Dr.Eng. Hafis Pratama Rendra Graha, S.T., M.T., memberikan kritik terhadap kebijakan terbaru Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terkait pengetatan standar batas aman migrasi Bisfenol A (BPA) pada galon polikarbonat.

Kritik Terhadap Kebijakan BPOM

Hafis mempertanyakan dasar ilmiah di balik penurunan ambang batas migrasi oleh BPOM. Menurutnya, standar sebelumnya sudah cukup memadai dan tidak ada bukti empiris gangguan kesehatan akibat konsumsi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) dari galon guna ulang.

Kritik Terhadap Adopsi Standar Eropa

Hafis juga menilai BPOM cenderung mengikuti regulasi Eropa tanpa melakukan kajian mendalam. Ia menekankan perbedaan iklim antara Eropa dan Indonesia yang memengaruhi formulasi produk plastik.

Aspek Perubahan Standar Lama Standar Baru (BPOM)
Batas Aman Migrasi BPA 0,6 mg/kg 0,05 mg/kg
Referensi Utama Kajian Nasional Sebelumnya EFSA (Eropa)

Pentingnya Expert Panel dan Kajian Multisektoral

Hafis mendorong pembentukan expert panel yang melibatkan berbagai disiplin ilmu sebelum menetapkan regulasi. Tinjauan harus melibatkan pakar material untuk melihat realitas teknis di lapangan.

Ia menekankan perlunya memastikan asumsi konsumsi dalam kajian regulasi sesuai dengan pola konsumsi masyarakat sehari-hari. Regulasi harus memiliki dasar ilmiah yang kuat dan tidak mengandalkan acuan dari negara lain.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer