IHSG Menguat di Tengah Antisipasi Kebijakan Suku Bunga BI
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan penguatan pada perdagangan Selasa ini. Hal ini terjadi karena pelaku pasar sedang menunggu keputusan terkait kebijakan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI).
IHSG dibuka dengan kenaikan sebesar 41,79 poin atau 0,67 persen menjadi 6.273,57. Di sisi lain, Indeks LQ45 juga menguat sebesar 6,25 poin atau 1,00 persen ke level 634,00.
Antisipasi Potensi Pergerakan IHSG
Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menyatakan bahwa IHSG berpotensi menguji level resistance di kisaran 6.250-6.300. Namun, perlu diwaspadai kemungkinan adanya aksi profit taking di pasar.
Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang berlangsung pada Selasa dan Rabu merupakan salah satu faktor yang menjadi sorotan. Salah satu agenda penting dalam RDG adalah penentuan kebijakan suku bunga BI-Rate, yang saat ini berada di level 5,75 persen setelah mengalami kenaikan sebanyak tiga kali sepanjang tahun 2026.
Perkembangan Sektor Perbankan dan Pengaruh Global
Di sektor perbankan, survei dari Bank Indonesia menunjukkan peningkatan nilai saldo bersih tertimbang (SBT) penyaluran kredit baru sebesar 93,08 persen pada kuartal II 2026. Meskipun terjadi pengetatan standar pemberian kredit, pertumbuhan kredit modal kerja, investasi, dan konsumsi juga menunjukkan tren positif.
Sementara itu, di tingkat global, eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran mempengaruhi harga minyak mentah. Meskipun terjadi peningkatan harga, harapan akan penyelesaian diplomatik sempat muncul setelah pernyataan dari Iran. Namun, ketidakpastian pasar tetap tinggi dan investor khawatir terhadap valuasi saham terkait kecerdasan buatan (AI).
PBoC (Bank Sentral China) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga pinjaman utama pada level terendah sepanjang masa. Hal ini dilakukan meskipun pertumbuhan ekonomi China melambat, karena bank sentral lebih berhati-hati di tengah konflik global yang terus berlanjut.
Pergerakan bursa saham regional dan global menjadi faktor penting yang juga memengaruhi pergerakan IHSG, yang saat ini terus berusaha menembus level-level resistensi yang ada di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.


