Pertamina Patra Niaga Meluncurkan Bahan Bakar Penerbangan Ramah Lingkungan
Pertamina Patra Niaga telah memperkenalkan Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau bahan bakar penerbangan ramah lingkungan di Indonesia sebagai upaya mendukung pengurangan emisi di sektor penerbangan. Langkah berani ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam mengembangkan solusi berkelanjutan untuk industri penerbangan di Tanah Air.
Pengembangan SAF di Indonesia
Menurut Direktur Perencanaan dan Pertumbuhan Bisnis Pertamina Patra Niaga, Joko Pranoto, pihaknya telah memulai pengembangan SAF sejak lima tahun lalu. Meskipun diakui bahwa tantangan komersialnya masih besar, Pertamina Patra Niaga memilih untuk tidak menunggu dan segera mengambil langkah awal demi mendorong industri penerbangan menuju keberlanjutan.
Bahan bakar penerbangan ramah lingkungan ini telah melalui uji coba bersama maskapai seperti Garuda Indonesia dan Pelita Air. Bahkan, pada tahun ini, Pertamina Patra Niaga telah menandatangani kontrak penjualan SAF dengan maskapai internasional untuk mendukung penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta dan Bali.
Langkah Persiapan
Joko Pranoto menjelaskan bahwa pengembangan SAF memerlukan ekosistem yang terintegrasi, termasuk ketersediaan bahan baku, fasilitas produksi, pembiayaan, maskapai sebagai pengguna, dan dukungan regulasi. Pertamina Patra Niaga telah menyiapkan langkah-langkah strategis untuk menyambut penerapan mandat penggunaan SAF yang diharapkan akan diberlakukan pada tahun 2027.


