Sunday, August 9, 2026
HomeFinansialQRIS Antarnegara Rekam Net Inbound Rp1,52 Triliun Triwulan II

QRIS Antarnegara Rekam Net Inbound Rp1,52 Triliun Triwulan II

- Advertisement -
- Advertisement -

QRIS Antarnegara Mencatat Transaksi Inbound Rp1,85 Triliun

Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa transaksi QRIS antarnegara pada triwulan II 2026 mencapai hasil yang mengesankan. Transaksi inbound yang dilakukan oleh pengguna luar negeri di Indonesia mencapai Rp1,85 triliun, sementara transaksi outbound dari pengguna Indonesia di luar negeri sekitar Rp330 miliar. Hal ini menjadikan net inbound sebesar Rp1,52 triliun.

QRIS Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Melalui Sektor Pariwisata dan UMKM

Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta, menyatakan bahwa kondisi ini mencerminkan bahwa QRIS antarnegara mampu mempermudah transaksi lintas negara. Kinerja positif QRIS antarnegara juga menunjukkan bahwa QRIS digunakan oleh residen negara lain yang datang ke Indonesia. Selain itu, QRIS juga turut mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor pariwisata, UMKM, dan sektor lainnya.

BI, saat ini, tengah berdiskusi dengan India, Arab Saudi, dan Hong Kong untuk kerja sama pembayaran lintas negara. Harapannya, kerja sama ini dapat segera direalisasikan dengan memperhatikan kesiapan dari masing-masing negara, baik dari segi regulasi, infrastruktur, industri, maupun koordinasi dengan otoritas terkait.

Tumbuhnya Transaksi Digital Dukung Ekonomi Secara Keseluruhan

Selain transaksi QRIS antarnegara, transaksi ekonomi dan keuangan digital secara keseluruhan juga tetap tumbuh pada triwulan II 2026. Volume transaksi pembayaran digital melalui aplikasi mobile dan internet mencapai 16,07 miliar transaksi, tumbuh sebesar 36,88 persen secara tahunan.

Transaksi melalui internet dan aplikasi mobile masing-masing tumbuh sebesar 16,88 persen dan 31,39 persen. Terdapat juga peningkatan signifikan dalam transaksi QRIS yang tumbuh 100,12 persen pada triwulan II 2026.

BI mencatat bahwa kinerja positif QRIS didukung oleh peningkatan jumlah pengguna dan merchant. Dari sisi infrastruktur, volume transaksi ritel yang diproses melalui BI-FAST tumbuh 38,09 persen dengan nilai transaksi mencapai Rp3.777 triliun. Sementara transaksi nilai besar yang diproses melalui BI-RTGS juga mengalami pertumbuhan yang signifikan.

Uang kartal yang diedarkan juga tumbuh 14,03 persen, mencapai Rp1.315 triliun pada triwulan II 2026.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer