Wednesday, August 12, 2026
HomeFinansialProyeksi Ekonom Bank Danamon: BI-Rate 6,25% Akhir 2026

Proyeksi Ekonom Bank Danamon: BI-Rate 6,25% Akhir 2026

- Advertisement -
- Advertisement -

Proyeksi BI-Rate Bank Danamon di Tahun 2026

Menurut tim ekonom PT Bank Danamon Indonesia Tbk, proyeksi BI-Rate pada akhir 2026 diprediksi mencapai 6,25 persen. Hal ini disebabkan oleh risiko tekanan terhadap nilai tukar rupiah, inflasi impor, dan kondisi keuangan global yang semakin ketat.

Perkiraan Suku Bunga BI-Rate

Lead Economist Bank Danamon Indonesia, Irman Faiz, menyatakan bahwa kenaikan suku bunga masih mungkin terjadi jika terjadi peningkatan tekanan terhadap rupiah, inflasi impor yang lebih persisten, atau kondisi keuangan global yang memburuk. Meskipun begitu, keputusan Bank Indonesia untuk mempertahankan BI-Rate pada 5,75 persen menunjukkan bahwa pengetatan moneter berikutnya akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan data dan kondisi eksternal. Keputusan tersebut dianggap sebagai langkah penahanan suku bunga yang lebih cenderung pada sikap hawkish hold.

Langkah BI dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Bank Indonesia memilih untuk memperkuat intervensi valuta asing dan memberikan insentif terhadap transaksi lindung nilai untuk investasi portofolio asing guna menjaga stabilitas rupiah. Selain itu, BI juga menaikkan insentif pengurangan premi transaksi swap lindung nilai dan memberikan insentif baru untuk transaksi DNDF lindung nilai dan LCT. Semua langkah tersebut bertujuan untuk mendukung aliran masuk investasi portofolio asing, memperdalam pasar valuta asing domestik, serta mempertahankan daya tarik aset keuangan Indonesia di tengah tekanan eksternal yang meningkat.

BI juga mengalokasikan KLM yang lebih besar kepada bank untuk penyaluran pembiayaan kepada sektor prioritas, serta memperkenalkan KLM Pendalaman Pasar Uang. Semua kebijakan ini diharapkan dapat memperbaiki distribusi likuiditas, memperdalam pasar uang, dan menjaga kecukupan likuiditas perbankan untuk mendukung penyaluran kredit.

Dengan demikian, proyeksi ekonomi Indonesia pertumbuhan 5,30 persen pada 2026, dengan inflasi sebesar 3,50 persen dan nilai tukar rupiah di kisaran Rp17.830 per dolar AS. Semua langkah ini mencerminkan upaya BI dalam menjaga stabilitas rupiah sekaligus meminimalkan dampak pengetatan moneter terhadap pertumbuhan ekonomi.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer