Kasus Pengguna WhatsApp yang Diblokir dan Melaporkan Penyebaran Link Judi
Penyelidikan atas keamanan data pribadi kembali mencuat setelah insiden pengguna WhatsApp melaporkan bahwa akunnya diblokir secara tiba-tiba kemudian digunakan untuk menyebarkan link judi online. Spekulasi pun muncul terkait metode serangan zero-click yang mungkin digunakan dalam kasus tersebut.
Penemuan Kasus Pembajakan Akun WhatsApp
Pada tanggal 22 Juli 2026, pengguna WhatsApp tersebut mendapati notifikasi bahwa “Akun ini tidak bisa menggunakan WhatsApp.” Walaupun akses akun berhasil dipulihkan melalui proses peninjauan resmi pada malam harinya, pada keesokan paginya, akun tersebut secara otomatis menyebarkan pesan spam berisi link judi online.
Mengenalkan Serangan Zero-Click
Istilah zero-click digunakan untuk menggambarkan serangan siber yang dapat meretas perangkat tanpa memerlukan interaksi langsung dari korban, seperti mengklik tautan atau mengunduh dokumen. Dalam kasus WhatsApp, kerentanan semacam ini memberikan celah bagi peretas untuk menjangkau pengguna tanpa terdeteksi.
Dalam sejarah keamanan WhatsApp, telah tercatat kerentanan pada tahun 2025 yang menargetkan versi aplikasi WhatsApp di perangkat Apple. Namun, serangan zero-click cenderung mahal dan ditujukan untuk spionase tingkat tinggi, bukan sekadar menyebarkan pesan spam.
Analisis Akses tanpa Pengiriman OTP SMS
Walaupun penggunaan SMS OTP secara luas dianggap sebagai langkah keamanan standar, terdapat celah teknis yang dapat dimanfaatkan oleh peretas untuk membobol akun tanpa memicu verifikasi SMS:
- Penyalahgunaan Fitur Perangkat Terkait: Penggunaan WhatsApp Web atau aplikasi desktop yang terhubung sebelumnya dapat dimanfaatkan oleh peretas.
- Phishing Terstruktur: Kampaye phishing telah digunakan untuk memancing informasi login pengguna ke situs palsu.
- Kompromi Sesi: Melalui malware, peretas dapat mengakses sesi aktif WhatsApp tanpa perlu login ulang.
Langkah Pengamanan Akun
Untuk memastikan keamanan akun WhatsApp, disarankan pengguna untuk melakukan langkah-langkah berikut:
- Cek dan keluarkan perangkat terkait.
- Aktifkan verifikasi dua langkah.
- Update sistem operasi dan aplikasi.
Perusahaan Meta sebagai induk perusahaan WhatsApp terus meningkatkan upaya dalam memerangi jaringan penipuan. Dengan penghapusan jutaan akun dan iklan penipuan, Meta bersama instansi penegak hukum berhasil mematahkan jaringan penipuan di Asia Tenggara pada tahun 2026.


