Wednesday, August 12, 2026
HomeFinansialPendekatan Ekosistem dalam Pengembangan UMKM

Pendekatan Ekosistem dalam Pengembangan UMKM

- Advertisement -
- Advertisement -

Rintisan Inovatif Pembangunan UMKM Berbasis Ekosistem

Jakarta (ANTARA) – Bank Indonesia (BI) mengusung pendekatan baru dalam pengembangan dan pembiayaan UMKM dengan menerapkan konsep berbasis ekosistem. Langkah ini diambil dengan harapan agar UMKM dapat terlibat lebih luas dalam rantai pasok perusahaan besar.

Ekosistem UMKM: Peluang Besar yang Perlu Dimaksimalkan

Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, mengungkapkan potensi besar UMKM yang merupakan tulang punggung perekonomian di Indonesia, terutama yang digerakkan oleh kelompok perempuan. Data menunjukkan bahwa sekitar 64 persen dari pelaku UMKM adalah perempuan.

Dengan mengadopsi pendekatan berbasis ekosistem, BI berharap dapat meningkatkan kualitas UMKM yang pada akhirnya akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Pelajaran dari Negara Maju untuk Pengembangan UMKM

Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, Solikin M. Juhro, menyoroti pengalaman negara maju seperti Jepang, Jerman, dan Tiongkok dalam mengembangkan industri besar berbasis UMKM. Di negara-negara tersebut, UMKM dan industri menengah memainkan peran vital dalam rantai pasok sektor manufaktur.

Jepang dan Jerman memprioritaskan UMKM dan industri menengah dalam rantai pasok sehingga turut menggerakkan pertumbuhan industri besar. Sementara itu, Tiongkok melengkapinya dengan penguatan ekosistem digital dan pendidikan vokasi.

Tantangan dan Solusi dalam Pengembangan UMKM

Solikin menjelaskan bahwa UMKM dapat dikategorikan ke dalam tiga level, mulai dari yang sudah memiliki kinerja baik namun perlu akses pasar yang lebih luas, hingga UMKM yang masih memerlukan pendampingan intensif dalam semua aspek bisnisnya.

BI sendiri telah menetapkan sejumlah kebijakan, seperti Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) dan Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM), guna mendukung UMKM. Selain itu, BI juga aktif melibatkan UMKM binaan, dengan sekitar 20 persen di antaranya memiliki orientasi ekspor.

Melalui berbagai inisiatif seperti Program Intermediasi Percepatan Indonesia (PINISI), BI terus berupaya memperkuat ekosistem UMKM dan memperluas akses pasar bagi para pelaku UMKM di tanah air.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer