Efek Positif Penerbitan Panda Bond bagi Perekonomian Indonesia
Jakarta – Kepala Ekonom PermataBank, Josua Pardede, menyoroti langkah pemerintah Indonesia dalam menerbitkan Panda Bond sebagai langkah yang relevan di tengah tekanan pasar dolar Amerika Serikat yang tinggi. Hal ini juga didorong oleh penguatan dolar dan ketidakpastian geopolitik yang sedang terjadi.
Membuka Akses dan Diversifikasi Pasar
Obligasi Panda tidak hanya memberikan akses langsung ke pasar di China bagi Indonesia, tetapi juga membuka pintu bagi bank, perusahaan asuransi, dana pensiun, serta pengelola dana di China untuk berinvestasi di Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia pada satu pasar, mata uang, dan kelompok investor.
Manfaat Strategis dan Potensi Biaya Pinjaman Lebih Rendah
Keberhasilan penerbitan Panda Bond dapat membantu pemerintah membentuk kurva acuan surat utang Indonesia dalam mata uang renminbi, memudahkan penerbitan obligasi berikutnya, dan membuka akses bagi perusahaan Indonesia yang memiliki hubungan bisnis dengan Tiongkok. Selain itu, potensi memperoleh biaya pinjaman yang lebih rendah turut menjadi daya tarik utama. Pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa biaya pendanaan dalam renminbi cenderung lebih rendah daripada dalam dolar AS.
Indonesia sebelumnya telah menerbitkan obligasi Dim Sum dengan imbal hasil yang lebih rendah dibandingkan obligasi global dolar AS pada tenor yang sama. Keuntungan dari penerbitan obligasi Panda Bond diharapkan dapat membantu mengurangi tergantungnya Indonesia pada dolar AS dan membuka peluang investasi yang lebih menguntungkan.
Pasar domestik China juga dianggap dapat memberikan harga yang lebih baik dibandingkan dengan pasar renminbi luar negeri, karena memiliki likuiditas yang lebih besar dan basis investor institusi yang lebih luas.


