Pengamat Sepak Bola Berharap Sinergi TVRI, ANTARA, dan RRI Lancar ke Piala Dunia 2030
Mohamad Kusnaeni, seorang pengamat sepak bola Indonesia, mengungkapkan harapannya agar sinergi antara Televisi Republik Indonesia (TVRI), Lembaga Kantor Berita Nasional ANTARA, dan Radio Republik Indonesia (RRI) dapat berlanjut hingga Piala Dunia 2030 mendatang.
Peran Ketiga Lembaga Penyiaran
Kusnaeni menilai bahwa ketiga lembaga ini memberikan warna tersendiri dalam menyajikan Piala Dunia 2026 sebagai hiburan yang berkualitas dan menggembirakan bagi masyarakat Indonesia. TVRI sebagai pemegang hak siar menayangkan pertandingan secara gratis, RRI hadir dengan format audio, sedangkan ANTARA memberikan informasi mendalam melalui berbagai platform.
ANTARA sendiri telah mengirimkan tim liputan khusus selama 43 hari untuk melaporkan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Tim liputan tersebut tidak hanya memotret pertandingan, tetapi juga mengulas aspek lain seperti crowd control, pengamanan, serta kontribusi warga Indonesia dalam ajang tersebut.
Para pewarta ANTARA juga menelusuri kisah keindonesiaan dan pencapaian diaspora Indonesia di negara tuan rumah Piala Dunia 2026, memberikan inspirasi bagi masyarakat Indonesia.
Harapan ke Piala Dunia 2030
Kusnaeni berharap agar TVRI, ANTARA, dan RRI dapat meningkatkan kualitas siaran dan informasi untuk Piala Dunia 2030. Dia menyoroti pentingnya perluasan jangkauan, peningkatan integrasi dengan platform audio-visual, serta optimalisasi layanan streaming. Dengan perbaikan tersebut, diharapkan keterjangkauan informasi dapat semakin luas untuk menjangkau lebih banyak penonton.
Dengan adanya kolaborasi yang solid antara ketiga lembaga tersebut, diharapkan penyelenggaraan Piala Dunia 2030 di Maroko, Portugal, dan Spanyol dapat disajikan secara lebih baik dan merata kepada seluruh masyarakat Indonesia.


