Rupiah Melemah ke Rp17.963 Akibat Tarif Impor AS
Jakarta (ANTARA) – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Jumat, bergerak melemah 27 poin atau 0,15 persen menjadi Rp17.963 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.936 per dolar AS. Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi menyatakan pelemahan rupiah dipengaruhi pemberlakuan tarif impor oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap Indonesia.
Pemerintah AS menyebut kebijakan tersebut merupakan langkah untuk mendorong negara-negara mitra dagang memperketat larangan terhadap produk yang dibuat menggunakan tenaga kerja paksa. Selain itu, data pasar tenaga kerja AS yang lebih kuat dari perkiraan menambah kekhawatiran bahwa Federal Reserve dapat mempertahankan sikap kebijakan yang restriktif. Klaim pengangguran awal secara tak terduga turun menjadi 187 ribu, level terendah dalam beberapa dekade, mendorong imbal hasil obligasi Treasury 10 tahun acuan ke level tertinggi sejak Januari 2025.
Kurs Rupiah dan Proyeksi BI-Rate
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah di level Rp17.973 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.915 per dolar AS. Ekonom Bank Danamon memproyeksikan BI-Rate sebesar 6,25 persen hingga akhir 2026 dan Bank Indonesia memberikan insentif bagi pengguna LCT untuk diversifikasi transaksi valas. Porsi kepemilikan asing di Sertifikat Bank Indonesia (SRBI) juga naik menjadi 27,11 persen per 20 Juli.
Dengan kondisi politik dan ekonomi global yang terus berubah, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pun turut dipengaruhi oleh kebijakan-kebijakan yang diberlakukan oleh negara besar seperti Amerika Serikat. Hal ini perlu diwaspadai oleh pemerintah Indonesia agar dapat mengambil langkah-langkah yang strategis untuk melindungi ekonomi domestik dari dampak-dampak negatif yang mungkin timbul.


